Rapat koordinasi TPAKD Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Rapat koordinasi TPAKD Kota Malang. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Malang terus berupaya mengerek tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat. Meskipun, angka di wilayah tersebut telah melampaui angka nasional. 

Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling

Saat ini, nilai literasi keuangan Kota Malang mencapai 32 persen dan inklusi keuangan mencapai 73 persen. 

Sementara di tingkat nasional, hingga semester II 2018 lalu angka literasi keuangan mencapai 29,6 persen dan inklusi keuangan 67,8 persen. Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang Sugiarto Kasmuri mengungkapkan bahwa berdasarkan survei nasional, terjadi peningkatan inklusi dan literasi keuangan. 

Meski inklusi Kota Malang sudah lebih baik dari sebelumnya, dia mengatakan bahwa tingkat literasi atau pengetahuan masih harus ditingkatkan. "Perlu disoroti pula bahwa bila secara umum kita melihat tingkat literasi, dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan akses masyarakat terhadap jasa keuangan formal masih tergolong minim," paparnya. 

Dia menekankan pentingnya peran TPAKD. "Salah satu tujuan awal dibentuknya TPAKD harus kembali diingat, yakni perlunya peningkatan akses masyarakat dan UMKM terhadap jasa keuangan formal dalam rangka pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan," tuturnya.

Mengutip dari World Bank, Sugiarto menyampaikan bahwa apabila tingkat inklusi keuangan meningkat 1 persen saja, maka akan berimbas besar. Persentase itu, lanjutnya, dinilai mampu mendorong pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) per kapita. "Kalau inklusi keuangannya naik sampai 20 persen, dapat menambahkan 1,7 juta lapangan pekerjaan baru. Inilah yang menjadikan hal ini begitu penting," urainya. 

Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin

Ada tiga sasaran yang kini menjadi fokus TPAKD. Tiga sasaran tersebut yakni meningkatkan akses keuangan, mendorong perekonomian daerah, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Ketiganya kembali dibahas hari ini (19/9/2019) dalam agenda Rakor TPAKD Kota Malang di ruang sidang Balaikota Malang. 

Rakor dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji dengan didampingi Sekretaris Daerah Kota Malang Wasto, dan Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri. Juga hadir Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Malang Azka Subhan, Kepala Kanwil Pegadaian, dan jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Malang. 

Dalam sambutannya, Sutiaji menyampaikan keyakinan bahwa UMKM dapat dikembangkan melalui peranan TPAKD. Sehingga, pertumbuhan ekonomi dan perbankan Kota Malang akan semakin bagus. "Oleh karena itu, literasi di kalangan masyarakat harus lebih kita tingkatkan," ujarnya. 

Menurut Sutiaji, perlu peran semua pihak dalam berjalannya TPAKD Kota Malang. "Termasuk dalam  memberikan kontribusi pemikiran, yang akan menjadi bahan masukan dalam menjalankan program kerja dengan harapan nantinya dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkasnya.