Komitmen Muluskan Program Hibah Jalan Daerah, Bina Marga: Sesuai Syarat Kementerian, Dananya Bisa Bangun Jalan Lain

MALANGTIMES - Komitmen menjaga kualitas dan berbagai syarat yang ditentukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) dalam program  hibah jalan daerah (PHJD) senilai Rp 30 miliar tahun 2019 ini adalah harga mati bagi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang. 

Pasalnya, anggaran hibah sebesar itu baru bisa diberikan bila projek pembangunan terselesaikan dan sesuai syarat yang telah disepakati antara pemerintah pusat dan  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, sebagai penerima hibah.

Hal itulah yang membuat dinas di bawah komando Romdhoni itu lebih ekstra lagi melakukan berbagai pengawasan di berbagai titik pembangunan jalan yang masuk dalam PHJD.
"Kami kawal ketat dari proses perencanaan sampai nanti serah terima pekerjaan. Pengawalan PHJD ini tentunya agar kami  punya ruang lebar anggaran untuk membangun infrastruktur jalan lainnya," kata Romdhoni, kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Rabu (18/09/2019).

Ruang lebar anggaran PHJD bisa diakses Pemkab Malang, bila pekerjaan terselesaikan dan sesuai dengan syarat yang sejak awal ditentukan bagi daerah penerima hibah jalan daerah. "Karena itu, kami kawal dengan harapan anggaran hibah bisa kami alokasikan untuk pembangunan jalan lainnya nanti. Walaupun sebenarnya kami juga memperlakukan hal sama dengan program lainnya, tapi kita lebih perketat untuk PHJD ini," ujar mantan kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Malang ini.

Disinggung progres PHJD 2019 sampai saat ini, Romdhoni melalui  Suwiknyo -kepala bidang pemeliharaan- menyatakan bahwa beberapa proyek tahun 2019 berjalan sesuai target dan tidak terdapat kendala. "Alhamdulillah berjalan lancar dan tidak ada kendala yang bisa mengganggu pembangunan sesuai target dan persyaratan kementerian. Sampai saat ini sudah sekitar 40 persen progres penyelesaiannya," kata Suwiknyo kepada MalangTIMES.

Progres 40 persen PHJD Kabupaten Malang yang meliputi pembangunan dan pemeliharaan jalan dan drainase sepanjang 29 kilometer (km) di wilayah Malang Selatan merupakan progres yang sesuai dengan target dari Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Suwiknyo optimistis bahwa seluruh PHJD bisa terselesaikan tahun ini.

"Kami optimis bisa sesuai target dan terpenting juga menjaga kualitas dan kuantitas pembangunannya. Ini komitmen kita dalam menjalankan pelayanan sesuai arahan pimpinan dan aturan yang ada," ucapnya.

Kualitas dan kuantitas memang menjadi prioritas dalam PHJD. Pasalnya, kesalahan di pelaksanaan akan menjadi bumerang bagi proses penggantian anggaran pembangunan dari pemerintah pusat.

Hal ini pula yang ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, terkait PHJD dengan anggaran Rp 30 miliar. Didik Budi mengatakan, Pemkab Malang berharap banyak seluruh proses pembangunan sesuai dengan aturan dan prasyarat yang telah ditentukan, khususnya dalam PHJD yang terlihat dalam project management manual (PMM). 

"Tentunya hal ini kamk tekankan benar. Baik di seluruh program pelayanan maupun di PHJD ini. Karena dengan itu, kamj bisa mengalokasikan ganti anggaran di program itu untuk membangun infrastruktur lainnya," ujarnya.

Didik Budi melanjutkan, PHJD merupakan upaya pemerintah meningkatkan kinerja dan pemeliharaan jalan daerah. Melalui program itu, akan tercipta sinergi semua pihak terhadap kualitas jalan di Indonesia. Selain tentunya program ini bertujuan untuk membantu meningkatkan tata kelola dan kualitas pemeliharaan jaringan jalan daerah yang menjadi kewenangan masing-masing Pemda, terutama pada koridor menuju Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). 

"Inilah yang membuat kami berupaya keras untuk mengawal PHJD sebaik-baiknya. Sehingga akan semakin banyak lokasi yang terbangun. Kita optimistis dengan progres dan kualitas pembangunan di PHJD bisa sesuai dengan ekspektasi kita semua," pungkas Didik Budi.

Top