MALANGTIMES - Optimisme Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang bisa merubah kategori dan nilai sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (SAKIP) dari tahun lalu menuju 2019. 

Yakni, dari kategori BB dengan nilai 70,71 di tahun 2018 lalu, bisa naik menjadi kategori A, mendapat angin segar dari tim penilai Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN RB).

Angin segar itu disampaikan oleh Ketua tim penilai Kemen PAN RB, Aan Syaiful Anbiya, saat melakukan penilaian, Senin (16/09/2019) kemarin. 

Dimana, Aan menyampaikan bahwa, hasil evaluasi dan paparan Pemkab Malang oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Didik Budi Muljono, dinilai cukup bagus.

"Ya jika dilihat dari hasil evaluasi dan paparan Pemkab Malang cukup bagus, tidak menutup kemungkinan Kemen PAN RB akan memberi nilai A," kata Aan, setelah penilaian selesai dilakukan.

Pernyataan Aan tersebut juga didasarkan pada upaya konsisten Pemkab Malang dalam melakukan perubahan dan berbagai terobosan terhadap akuntabilitas kinerja pegawai negeri sipil (PNS) serta reformasi birokrasi ke arah yang lebih  baik.

Hal ini terlihat dari perubahan kinerja yang dibangun Pemkab Malang setiap tahunnya. 

"Kita lihat dari perencanaan dan pelaksanaan yang terintegrasi dan terukur serta memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat," ujarnya.

Selain itu, lanjut Aan, pembangunan di Kabupaten Malang juga berjalan sangat pesat kemajuannya dan sangat terukur. 

"Artinya, arah pembangunan yang disesuaikan dengan RPJMD sudah berjalan sesuai perencanaan dan akuntabel juga. Jadi, tidak menutup kemungkinan Kemen PAN RB akan memberi nilai A untuk SAKIP tahun ini," urainya yang juga menegaskan, dengan nilai SAKIP yang baik, tentunya pemerintah daerah akan mendapatkan reward berupa kenaikan Dana Insentif Daerah (DID).

Seperti diketahui, Pemkab Malang di tahun 2018 lalu, dengan raihan Sakip kategori BB mendapatkan DID sebesar Rp 7,8 miliar.

Target nilai A dalam SAKIP di tahun 2019 ini pun, seperti yang disampaikan Didik Budi Muljono, adalah sesuatu yang tentunya bisa dicapai oleh Pemkab Malang dengan berbagai perubahan yang telah dilakukannya.

Berbagai perubahan yang juga diapresiasi oleh tim Kemen PAN RB tidak lepas dari evakuasi dari akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (AKIP) di tahun 2018 lalu.

"LHE AKIP tahun 2018 memang tidak bisa mencapai target nilai A. Tapi setelah kita refocusing atas program-program yang lebih menyentuh masyarakat tahun ini, kita optimis posisi A bisa diraih," ujar Didik Budi. 

Refocusing program yang disampaikan dan dikawal oleh Didik Budi, terkait berbagai program dan kegiatan yang dianggap atau dinilai belum efisien  akan  dialihkan kepada program dan giat yang dianggap lebih menyentuh pada kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang secara langsung.

"Jadi seluruh program dan kegiatan dilakukan evaluasi dan diarahkan kepada visi dan misi Kabupaten Malang. Sehingga program dan kegiatan lebih terarah, tepat sasaran dan juga secara anggaran bisa efisien," ucap Didik Budi.

Pernyataan Didik Budi itu pula yang diamini oleh Plt  Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Malang, Ferry Hari Agung, di kesempatan terpisah.

Dirinya mengatakan, dari evaluasi program dan kegiatan tahun lalu, maka program dan kegiatan di 2019 ini lebih berjalan maksimal. 

"Ini yang dilakukan oleh para pemimpin kami. Sehingga seluruh program dan kegiatan, seperti di Diskominfo, menjadi semakin tajam dan memiliki manfaat lebih besar untuk masyarakat. Tanpa mengabaikan sisi akuntabilitas dan anggaran sebagai pendamping program dan kegiatan itu sendiri," ucap Ferry yang juga optimis dengan hasil penilaian tim Kementerian PAN RB, SAKIP 2019 Pemkab Malang bisa di posisi A.