Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kanan) saat menyerahkan cincin emas dari Presiden Jokowi untuk pendonor darah PMI Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (tengah) didampingi Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko (kanan) saat menyerahkan cincin emas dari Presiden Jokowi untuk pendonor darah PMI Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pemerintah Kota Malang hibahkan satu unit ambulans untuk Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang. 

Selain itu, Pemkot Malang juga menghibahkan beberapa perlengkapan medis lainnya untuk bisa dimanfaatkan. 

Penyerahan hibah dilakukan saat peringatan HUT PMI ke 74, Selasa (17/9/2019).

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, total hibah yang diberikan kepada PMI senilai Rp 750 juta. 

Dengan rincian Rp 600 juta untuk mobil ambulans dan sisanya adalah perlengkapan medis. 

Hibah diberikan sesuai dengan pengajuan yang dilakukan PMI melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) bersangkutan yaitu Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kota Malang.

"Hibah ini diberikan sesuai dengan kebutuhan yang diajukan oleh PMI," jelasnya.

Hibah yang telah diberikan itu dia harapkan mampu dimanfaatkan dengan baik oleh PMI.

Sehingga dapat mendukung semua kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang dan masyarakat. 

Selain itu mampu terus menaikkan eksistensi PMI Kota Malang untuk berbagai aktivitas.

Menurutnya, PMI Kota Malang memiliki peran yang tinggi. 

Karena eksistensi PMI Kota Malang tak hanya diakui nasional tapi juga kancah internasional. 

Terbukti, dalam berbagai bemcana yang terjadi PMI Kota Malang selalu yang terdepan untuk memberikan bantuan tenaganya.

"Dalam berbagai bencana, PMI Kota Malang selalu menerjunkan tim terbaiknya," imbuh pria berkacamata itu.

Tak hanya itu, Dia juga memberikan apresiasi kepada 29 orang penerima cincin emas daei Presiden Joko Widodo karena rutin mendonorkan darahnya. 

29 orang yang mendapat penghargaan itu menurutnya rutin mendonorkan darahnya hingga yang ke 100 kali. 

Hal itu ia nilai sebgai sebuah kemuliaan yang tidak dapat diukur dengan apapun.

"Mendonorkan darahnya sampai 100 kali itu jumlahnya sangat tidak sedikit," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua PMI Kota Malang, Bambang Priyo Utomo menyampaikan, PMI Kota Malang terus berbemah untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. 

Sejauh ini, kantong darah yang disalurkan PMI Kota Malang tak hanya untuk Kota Malang saja tapi jangkauannya juga ke berbagai daerah seperti Jombang, Kediri, hingga kawasan Jawa Tengah.

"Terutama saat terjadi bencana, kami selalu mengedepankan kualitas dan kami berharap kami selalu bisa memberi yang terbaik," pungaksnya.