Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM, dan Wali Kota Malang, Sutiaji, berfoto bersama siswa-siswi saat melakukan monitoring pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). (Foto: Imarorul Izzah/MalangTIMES)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Dra Zubaidah MM, dan Wali Kota Malang, Sutiaji, berfoto bersama siswa-siswi saat melakukan monitoring pelaksanaan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). (Foto: Imarorul Izzah/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Korupsi telah menjelma menjadi sebuah budaya di Indonesia. Tanpa adanya komitmen yang kuat, budaya korupsi akan terus tumbuh subur menggerogoti dan pada akhirnya meruntuhkan segala sendi kehidupan di negeri ini.

Maka dari itu, penanaman pemahaman antikorupsi haruslah dilakukan sejak dini. Hal inilah yang saat ini gencar dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Malang.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Dinas Pendidikan menyadari, penanaman pemahaman antikorupsi akan berjalan efektif dan efisien manakala satuan pendidikan melakukan penguatan karakter antikorupsi dan budaya malu untuk melakukan hal- hal yang dilarang oleh agama, undang-undang, maupun oleh aturan masyarakat, termasuk tindakan korupsi dalam berbagai bentuk.

Untuk itu, perilaku antikorupsi sejak dini ditanamkan pada generasi penerus bangsa melalui satuan pendidikan melalui pendidikan karakter. Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Pendidikan telah menginisiasi Implementasi Pendidikan Antikorupsi yang dikuatkan melalui Peraturan WaliKota Malang No. 45 Tahun 2019.

"Saat ini telah diterbitkan Peraturan WaliKota Malang No. 45 Tahun 2019 tentang Implementasi Pendidikan Antikorupsi sebagai payung hukum sekaligus panduan bagi satuan pendidikan untuk melaksanakan pembiasaan perilaku anti korupsi pada peserta didik secara dini," ujar Kepala Dinas Pendidikan, Dra Zubaidah MM dalam Workshop Insersi Pendidikan Antikorupsi yang diikuti oleh Guru Kelas Jenjang SD, Guru Mata Pelajaran PKn jenjang SMP dan SMA/SMK beberapa waktu yang lalu.

Implementasi pendidikan antikorupsi ini dilakukan Dinas Pendidikan melalui Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di perwujudan nilai integritas.

Untuk mewujudkan nilai integritas, terdapat lomba ultras sekolah unggul transparan, pendidikan karakter anti korupsi, serta ulangan harian dan ujian semester berbasis online.

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

Wali Kota Malang, Sutiaji pun sudah melakukan monitoring pelaksanaan PPK di sekolah-sekolah. Hasilnya, PPK benar-benar terlaksana dengan baik di sekolah-sekolah.

"Beberapa waktu yang lalu, kami melakukan monitoring pelaksanaan pembiasaan penguatan pendidikan karakter serta pembentukan akhlak bermartabat di beberapa sekolah, termasuk menguji kejujuran siswa dengan secara sengaja tanpa diketahui menjatuhkan uang. Dan ternyata kejujuran telah menjadi pembiasaan yang membudaya pada siswa. Uang yang terjatuh itupun dikembalikan secara utuh,” tukas Sutiaji.