MALANGTIMES - Warga Jalan Kintamani RW 08 yang telah melakukan pembersihan di Sungai Kadalpang mempunyai keinginan untuk memiliki destinasi wisata air di dalamnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Lurah Penanggungan, Yuyun Nanik Ekowati, SSTP, M.Si karena warganya memiliki gagasan untuk membangun destinasi wisata.

"Khususnya di RW 08 Kelurahan Penanggungan, awalnya karena adanya inisiasi atau ide gagasan dari pihak warga yang diketuai Bapak Asnan untuk membangun destinasi wisata air," kata Yuyun kepada MalangTIMES.

Untuk mengawali, warga sekitar Sungai Kadalpang melakukan kegiatan kerja bakti bersama yang melibatkan banyak elemen untuk membersihkan dulu, nantinya setelah itu akan mulai dipikirkan destinasi wisata air.

"Harapan kami kedepan munculnya inisiatif warga ini tidak bisa berjalan sendiri, tanpa ada dukungan dari pihak luar. Dalam hal ini mungkin ada CSR atau bagaimana yang bisa membantu mewujudkan destinasi wisata ini," ungkap nya.

Diakui Yuyun, Sungai Kadalpang ini memang sudah ada sejak lama dan memiliki potensi jika dipoles. Selama ini sungai hanya dimanfaatkan untuk irigasi, yang mana irigasi warga di luar Kota Malang. Tetapi belum membawa dampak ekonomi kepada masyarakat yang ada di sekitar.

"Dengan adanya destinasi wisata air nanti tujuannya, tidak mengganggu kelangsungan pemanfaatan sungai ini untuk irigasi karena jalannya air juga tetap. Tetapi agar bisa juga mendatangkan peningkatan ekonomi warga, juga bisa membiasakan hidup bersih di lingkungannya," harap Yuyun.

Lanjut Yuyun, kegiatan untuk membuat Sungai Kadalpang menjadi sangat bersih dan menjadi destinasi wisata tidak hanya berhenti sampai di sini saja. Dalam waktu dekat ini juga akan dilakukan kegiatan lanjutan.

"Harapan untuk warga dengan adanya inisiasi ini pastinya harus diikuti dengan kebiasaan warga, pertama tidak membuang sampah sembartudak. Ini tadi bisa dilihat banyak sekali sampah yang harusnya bisa dibuang di tempatnya, tetapi masih dibuang seenaknya. Dan untuk saluran air yang dari rumah langsung ke sungai ini nanti bisa diatur bagaimana caranya biar tidak langsung masuk ke sungai. Kalau sudah ada tempat wisata otomatis warga nanti perilakunya akan mengikuti. Jadi memang harus ada yang mengawali," paparnya mengakhiri.