Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang, Dr Purnadi saat membahas soal pendapatan pajak BPHTB (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Malang, Dr Purnadi saat membahas soal pendapatan pajak BPHTB (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pendapatan Asli Daerah (PAD) memang didominasi dari penghasilan pajak. 

Dari beberapa sektor pajak yang ada di Kabupaten Malang, BPHTB (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan), menjadi sektor pajak yang menyumbang pendapatan tertinggi jika dibandingan dengan sektor pajak yang lainnya.

Hal ini sesuai dengan yang disampaikan Kepala Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) Kabupaten Malang, Dr Purnadi. 

Menurutnya, sektor pajak BPHTB di tahun 2019 ini, diprediksi bakal kembali mengalami surplus.

”Jika mengacu catatan yang telah kami himpun, sektor pajak BPHTB diprediksi bakal mengalami surplus mencapai kisaran hingga Rp 40 miliar,” kata Dr Purnadi kepada MalangTIMES.com.

Pada tahun 2019 ini, lanjut Dr Purnadi, target pajak BPHTB ditarget memperoleh pendapatan Rp 55 miliar. 

Namun hingga Agustus lalu, penghasilan pajak di sektor ini sudah mendulang pendapatan mencapai Rp 63. 630. 757. 572.

”Hanya dalam waktu delapan bulan, pajak BPHTB sudah mengalami surplus hingga lebih dari Rp 8,6 miliar,” terang mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang ini.

Dr Purnadi menambahkan, jika dirata-rata di setiap bulannya pajak BPHTB mengantongi pendapatan mencapi kisaran lebih dari Rp 7 miliar. 

Hal itu terbukti pada Agustus lalu, saat itu Bapenda Kabupaten Malang mampu mendulang pendapatan pajak BPHTB hingga Rp 7. 199. 861. 152.

”Apabila tren positif ini terus berlanjut, diprediksi hingga tutup buku 2019 pendapatan pajak BPHTB bisa mengalami surplus hingga Rp 40 miliar,” ungkap pria yang identik mengenakan kaca mata ini.

Capaian semacam ini bukan kali pertama terjadi. Pada tahun 2018 lalu, dari target yang hanya dipatok Rp 80 milyar hingga tutup buku penghasilan pajak BPHTB mampu memperoleh pendapatan hingga Rp 112. 903. 983. 738.

”Target di tahun 2019 ini masih sama dengan tahun lalu, yakni sektor pajak BPHTB bisa mengalami surplus hingga 40 persen dari target yang sudah ditentukan,” ujar Dr Purnadi mengakhiri.