MALANGTIMES - Industri film terus mencari berbagai format visual yang berbeda. Pun, dalam berbagai naskahnya yang terus menggali berbagai kisah dan karakter unik para tokohnya walau terplot dalam sebuah genre yang itu-itu juga.

Para sineas film tidak ingin berhenti berevolusi untuk menemukan hal itu. Begitu pula para penonton film yang tentunya mencari hal-hal berbeda dari sebuah karya layar lebar tersebut.
Tapi, eksplorasi kisah, gaya visual, dan tentunya musik dalam sebuah film juga kerap jatuh pada sesuatu yang bagi kebanyakan penonton membuatnya ngeri dan ketakutan. Bahkan bisa membuatnya juga mual-mual hanya melihat berbagai adegan dalam sebuah film.

MalangTIMES mencoba merangkum beberapa film tersadis dan brutal sepanjang masa yang membuat penontonnya tidak betah untuk duduk lama menontonnya.

1. The Painted Bird

Film terbaru garapan Vaclav Marhoul, asal Ceko, 2019 ini menjadi salah satu film yang membuat penontonnya walk-out sebelum adegan selesai. Tidak hanya ditinggal, para penonton pun merasakan perasaan muak dan mual akut atas berbagai adegan dalam film yang diangkat dari sebuah novel besutan Jerzy Kosinski dengan judul yang sama, tahun 1965.

Walk-out para penonton bukan karena jeleknya garapan film The Painted Bird. Bahkan beberapa pengamat dan kritikus film, seperti Xan Brooks, memuji film yang mengambil kisah kekejaman manusia diakhir perang dunia II. Brooks menyatakan, film The Painted Bird merupakan karya monumental dan dirinya  merasa senang telah melihatnya.

Pun Deborah Young dari The Hollywood Reporter memberikan pujian atas film yang disebutnya tiga jam emosional yang menghantam perut ini.
Lantas apa yang membuat penonton begitu terteror melihat film dengan format hitam putih yang ditayangkan di ajang bergengsi dalam festival film Venezia ini. 

Dikarenakan kebrutalan dan kekejaman para tokoh dalam film sepanjang tiga jam yang benar-benar membuat daya tahan manusia normal tergoncang hebat.

Dikisahkan seorang bocah lelaki tanpa nama (Petr Kotlar) yang keliling Eropa semasa akhir perang dunia kedua. Dalam perjalanannya itulah, bocah ini melihat berbagai bentuk kekejaman yang secara detail juga divisualisasikan dalam film. Kekerasan, kekerasan seksual, perilaku tak manusiawi, dan mutilasi begitu pekat dan ditampilkan dalam film. Walau memilih format hitam putih, berbagai sifat iblis yang hadir di dunia tidak begitu saja tersamarkan. 

The Painted Bird benar-benar telah menjelma sebagai tur di neraka biadab sepanjang tiga jam. Merevolusi habis-habisan standar film-film menjijikan dikarenakan kebrutalan manusia kepada manusia lainnya yang ditelanjangkan dalam sebuah karya seni film.

2. Cannibal Holocaust

Film berikutnya lahir di tahun 1980. Sebuah film berjudul Cannibal Holocaust dan disutradarai oleh Ruggero Deodato.

Film horor Italia mengerikan yang lebih dulu membuat gempar dunia perfilm-an dikarenakan kebrutalan dan kekejamannya yang begitu terlihat nyata di dalam film. Bahkan, sejak film itu tayang, langsung mendapat pencekalan dari BBFC (British Board of Film Classification) Inggris. Juga membuat sang sutradara ditangkap polisi dengan tuntutan kasus pembunuhan yang menurut berbagai kabar direkamnya dan dijadikan sebuah adegan dalam film Cannibal Holocaust.

Film Cannibal Holocaust ini menceritakan awak antropolog dari New York University yang menjelajah ke kedalaman hutan hujan Amazon untuk mencari kru film dokumenter yang hilang. Kru film tersebut hilang saat pergi ke Amazon untuk memfilmkan kebiasaan suku kanibal.

Sisa-sisa kru film ditemukan bersama dengan beberapa gulungan film, dan antropolog melihat bahwa kru film dengan sengaja dibantai suku yang sedang difilmkan. 

Pembantaian inilah yang diangkat begitu nyata atau sangat nyata sekali dalam film. Kekerasan, pembunuhan sampai seks yang begitu intens menjadi adegan yang membungkus film Cannibal Holocaust.

3. Salo : 120 Days of Sodom

Lebih tua dari film Cannibal Holocaust, film Italia ini pun menjadi salah satu film kontroversial sepanjang masa perfilman dunia. Berjudul Salo dan ditayangkan tahun 1975 serta disutradarai oleh Pier Paolo Pasolini. Film ini merupakan adaptasi longgar dari buku The 120 Days of Sodom karya Marquis de Sade yang dibuat selama Perang Dunia II.

Film ini berfokus pada empat libertine Italia kaya dan korup, pada masa Republik Salo yang fasis (1943–1945). Para libertine menculik delapan belas remaja dan menjadikan mereka sebagai budak kekejaman yang tak mungkin terlintas dalam otak manusia normal. Selama empat bulan belasan remaja itu mengalami kekerasan, penyiksaan seksual dan mental paling ekstrem serta pembunuhan sadis.

Berbagai kebrutalan setan dalam tubuh manusia inilah yang dieksplorasi Pasolini sang sutradara yang hidupnya berakhir juga karena pembunuhan. Tema korupsi, politik penyalahgunaan kekuasaan menjadi bagian juga dalam film Salo yang pertama ditayangkan di Festival Film Paris pada tanggal 23 November 1975. 

Film Salo pun menjadi film terlarang di beberapa negara hingga saat ini. Walaupun banyak pula kalangan menempatkannya hanya sebagai sebuah karya seni seperti lainnya serta menjadi bahan diskusi kritis oleh sejarawan dan kritikus film. Salo juga dinobatkan sebagai film paling menakutkan ke-65 yang pernah dibuat oleh Chicago Film Critics Association pada tahun 2006. 

4. A Serbian Film

A Serbian Film menjadi bagian dalam deretan film paling kontroversial sepanjang masa. Mengumbar adegan-adegan  pemerkosaan anak, incest, pembunuhan, dan sejenisnya membuat A Serbian Film yang memiliki plot cerita tentang seorang bintang porno yang mulai lanjut usia dan setuju berpartisipasi dalam satu film terakhirnya untuk pesangon pensiunan. 

Disutradarai Srdan Spasojevic, film dimulai ketika pensiunan aktor film porno bernama Milos (Srdan Todorovic) yang hidup bahagia dengan istri dan anaknya tiba-tiba ditawari oleh Lejla (Katarina Zutic) dalam sebuah proyek “film seni” yang misterius. Lejla hanyalah perantara dari Vukmir (Sergej Trifunovic), seseorang yang ingin mempekerjakan Milos dengan iming-iming bayaran besar.

 Milos pun setuju dengan syarat ingin mengetahui lebih dalam mengenai “film seni” yang akan ia bintangi. Tapi sayangnya, Vukmir masih enggan memberitahu dan membuat Milos semakin penasaran.   

Milos dibayangi krisis keuangan setelah pensiun dari pekerjaannya sebagai bintang porno. Juga dengan dukungan istrinya, Maria, Milos mengambil tawaran tersebut. Tapi ia merasa adegan yang dijalaninya sangat aneh. Selain syuting di sebuah panti asuhan dan melibatkan anak kecil, ia juga tidak diberi tahu mengenai plot cerita. 

Di sanalah cerita kebrutalan, kekejaman seksual sampai pembunuhan mulai dipertontonkan. Saat Vukmir mempertontonkan film bayi diperkosa, Milos pun membatalkan tawaran kerja itu dan mundur. Tapi Vukmir si sutradara tak sepakat. Ia menyuntik Milos dengan suntikan peningkat nafsu dan membawanya kembali ke lokasi. Tak sadar dan di bawah pengaruh rangsangan seks yang tinggi, Milos memperkosa seorang wanita hingga membunuhnya. Bahkan ia kemudian memperkosa keluarganya sendiri.

Itulah 4 film yang akan mengaduk-aduk dan menantang rasa mual yang bergejolak di dalam perut. Film yang akan menteror pikiran dan hati siapapun penontonnya sampai pada titik kengerian paling ekstrem.