Tumpukan sampah di TPA Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Tumpukan sampah di TPA Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wacana Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto di akhir tugasnya tentang pembayaran pajak dan denda tilang dengan sampah mendapatkan respons cepat dari Pemkot Batu.

Recananya wacana itu bisa dimulai paling lambat tahun 2020 mendatang. Saat ini Pemkot Batu bersama Polres Batu mulai bergerak membuat regulasi tersebut. 

“Sesuatu hal yang positif demi mewujudkan Kota Batu bebas sampah tahun 2020. Tentunya ini harus segera diwujudkan,” kata kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Arief As Siddiq. 

“Dengan kemungkinan akan menggandeng bank sampah di Kota Batu. Untuk lebih mempermudah,” imbuhnya.

Arief menambahkan, wacana yang dibuat Buher -sapaan akrab Budi Hermanto- itu  akan mampu menekan volume sampah di Kota Batu. Sebab, nantinya sampah yang bisa dimanfaatkan itu bisa didaur ulang.

“Sehingga perlu juga kita menggandeng bank sampah dalam hal ini. Di Kota Batu untuk saat ini sudah ada 136 bank sampah,” imbuhnya.

Wacana pembayaran denda dan tilang dengan sampah itu diungkapkan Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto lantaran melihat sampah di Kota Batu setiap hari mencapai 60 ton di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo. 

Sedangkan saat akhir pekan, sampah bisa naik 10-20 ton atau mencapai 70-80 ton di TPA. Apalagi Kota Batu menginginkan wilayahnya  bebas sampah tahun 2020 mendatang.