MALANGTIMES - Pusat informasi bagi wisatawan atau sering disebut Tourist Information Center (TIC) di Kota Malang saat ini bisa jadi belum maksimal beroperasi. Lantaran sentra yang harusnya melayani wisatawan asing dalam memperoleh informasi ini kerap terlihat sepi, tak ayal hal itu bisa jadi menyebabkan wisatawan kebingungan dalam mendapatkan informasi.

Sebagai salah satu sarana promosi baik kepada wisatawan mancanegara atau wisatawan Nusantara, kiranya TIC memerlukan penambahan. Hal itu guna menunjang sarana prasarana dalam aktivitas TIC dalam melayanai wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menyatakan bahwa kawasan TIC milik Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang berada di area Alun-Alun Kota Malang terlalu kecil. Pihaknya berencana untuk menambah TIC untuk mempermudak akses wisatawan dalam mendapatkan informasi itu.

"Jadi, nanti kalau Disparta sudah gabung dengan Dispora, rencananya kami akan menambah TIC itu," ujar dia belum lama ini.

Menurut dia, area yang cocok untuk penambahan TIC tersebut yakni di kawasan Stadion Gajayana, karena dinilai strategis dan berada di tengah kota.
"Karena disini kan kantornya Dispora juga. Banyak ruangan nanti kami petakan satu untuk TIC dan strategis tempatnya kalau disini," imbuh Plt kepala Dispora Kota Malang ini.

Untuk kebutuhan sarana informasi bagi wisatawan, setidaknya Kota Malang memerlukan dua TIC. Karena pusat informasi ini tidak hanya untuk melayani wisatawan asing, melainkan segala kebutuhan wisatawan se-Malang Raya dan Nusantara. "Idealnya kalau untuk Kota Malang minimal ya dua, karena kebutuhan TIC ini juga untuk Malang Raya," ungkapnya.

Bahkan, jika memungkinkan Disbudpar tengah mengupayakan untuk menambah TIC di beberapa titik di Kota Malang. Hanya, menurut Ida Ayu, hal itu akan lebih baik jika dikelola oleh pihak swasta.

Seperti salah satunya di area stasiun Kota Malang, di mana banyak wisatawan yang menggunakan transportasi kereta api maka akan sangat diperlukan adanya TIC untuk akses layanan informasi bagi mereka.

"Bandara sudah ada dari Kabupaten Malang itu dari oihak swasta. Nah, ini yang di stasiun kita masih mediasi, kami juga akan berkirim surat untuk pengurusan dari pihak swasta. Jadi, kita ingin dorong itu," pungkas dia.