Kondisi tembok underpass karanglo yang terlihat kumuh akibat aksi pelaku vandalisme (Foto : Istimewa)
Kondisi tembok underpass karanglo yang terlihat kumuh akibat aksi pelaku vandalisme (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Menyusul adanya tragedi vandalisme yang terjadi di Underpass Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Pihak PT Jasa Marga Pandaan-Malang, langsung tancap gas guna mengungkap dalang dibalik aksi perusakan tersebut. Selain berkoordinasi dengan pihak kepolisian, iming-iming hadiah berupa uang juga sudah disiapkan.

”Iya, dari Dirut kami memang menyampaikan seperti itu. Tapi kalau hadiahnya apa, saya belum tahu pasti, tapi sepertinya uang. Kalau terkait nominalnya berapa saya belum tahu jumlahnya,” kata Humas PT Jasa Marga Pandaan-Malang, Agus Tri Antyo saat ditanya wartawan terkait hadiah yang disediakan jika ada warga yang berhasil menangkap pelaku vandalisme.

Seperti yang sudah diberitakan, aksi vandalisme yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab ini diketahui terjadi pada Sabtu (14/9/2019) dini hari. Aksi corat-coret tersebut juga memicu kecaman dari warganet, sesaat setelah viral usai di-posting ke media sosial (medsos).

Dari informasi yang beredar, pelaku perusakan tersebut diduga berjumlah dua orang. Dengan bermodalkan cat pilox, keduanya membuat gambar dan tulisan yang terbaca “Good Game Well Played”.

Setelah melancarkan aksinya, kedua pelaku diketahui langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian sesaat setelah aksinya kepergok oleh pengguna jalan. Mereka memilih kabur ke arah akses jalan menuju Karanglo, dengan menggendarai sepeda motor Scoopy warna merah dan kombinasi putih.

”Semula kami sempat kepikiran untuk segera menghapusnya. Tapi setelah berbagai pertimbangan, kemungkinan untuk beberapa waktu kedepan sementara tidak akan kami hapus dulu. Nanti kalau dihapus barang buktinya kan hilang,” terang pria yang akrab disapa Agus ini.

Selain berkoordinasi dengan pihak kepolisian, lanjut Agus, pihaknya juga sudah memviralkan kejadian tersebut melalui pesan berantai pada aplikasi chatting dan medsos. ”Upaya ini kami lakukan agar pelaku segera tertangkap,” sambung Agus.

Kepada MalangTIMES.com, Agus berharap agar pelaku segera menyerahkan diri dan mengakui segala perbuatannya. Pihaknya juga menunggu itikat baik dari pelaku agar segera menghapus “karya” vandalisme yang telah mereka perbuat.

”Harapannya semoga mereka (pelaku) segera sadar dan bersedia bertanggungjawab dengan menghapus coretan yang mereka buat. Soalnya kalau sampai tertangkap warga dan diserahkan ke pihak kepolisian, ceritanya tentu akan berbeda. Tapi kalau segera menyerahkan diri dan bersedia mengakui serta bertanggungjawab atas segala perbuatannya, mungkin akan kami suruh untuk membuat surat pernyataan sebagai efek jera,” ungkap Agus.

Hingga berita ini ditulis, Agus mengaku jika belum ada satu orang pun yang menghubungi PT Jasa Marga Pandaan-Malang. Jika dalam beberapa hari ke depan tidak ada informasi atau pelaku tidak segera menyerahkan diri. Maka kasus ini dipastikan akan segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

”Akses underpass karanglo ini kan dibuat dari uang rakyat, harusnya dijaga bukan malah dirusak. Kalau sudah seperti ini kan merusak citra Malang Raya. Hanya karena perbuatan sebagian oknum, imbasnya ke semuanya. Harusnya gantle, berani berbuat harus berani bertanggungjawab,” tutup Agus saat dikonfirmasi MalangTIMES.com, Sabtu (14/9/2019) sore.