Pusat Kuliner 24 Jam Digemari Turis Asing, Disbudpar Kota Malang Bekali Pedagang Keterampilan Bahasa Inggris

Sep 14, 2019 16:23
Kuliner lokal kini banyak digemari turis mancanegara (istimewa)
Kuliner lokal kini banyak digemari turis mancanegara (istimewa)

MALANGTIMES - Saat menikmati hidangan di beberapa kawasan pusat kuliner 24 jam, tak hanya turis lokal saja yang ditemui. Banyak wisatawan mancanegara yang ternyata mulai gemar menikmati olahan lokal. Salah satu kawasan yang banyak didatangi turis mancanegara adalah Sentra Kuliner Sriwijaya di kawasan depan stasiun kota baru Malang.

Baca Juga : Nongkrong Suasana Asri, Sejuk, dan Tenang Tak Jauh dari Pusat Kota Malang

Saat siang hingga malam hari, tak sedikit turis mancanegara yang memesan olahan lokal. Di antaranya soto, rawon, mie goreng, hingga lalapan ayam dan tahu tempe. 

Sementara minuman yang mereka pesan di antaranya es jeruk, es teh, hingga lemon tea. Pemandangan itu sekarang hampir bisa dinikmati setiap malam.

Melihat kondisi itu, Kasi Promosi Wisata Disbudpar Kota Malang Agung H Bhuana menyampaikan, saat ini upaya memberi edukasi kepada masayarakat tentang bahasa asing utamanya Bahasa Inggris terus diupayakan. Namun saat ini memang belum semua disasar untuk mendapat pelatihan Bahasa Inggris tersebut.

"Itu bisa jadi program kami ke depan, karena saat ini kami baru memberi pelatihan kepada masyarakat dan kelompok sadar wisata (pokdarwis) Kampung Heritage Kayutangan," katanya pada MalangTIMES, Sabtu (14/9/2019).

Menurutnya, pelatihan Bahasa Inggris yang dilakukan dengan perguruan tinggi itu akan terus dilakukan. Sehingga, peran serta perguruan tinggi kepada masyarakat bisa terus digencarkan. Mengingat, saat ini yang menjadi target potensi wisata di Kota Malang bukan hanya wisatawan lokal saja, melainkan juga dari turis mancanegara.

"Kami harapkan perguruan tinggi memiliki binaan di masyarakat, salah satunya juga pada pelatihan bahasa asing," paparnya.

Sementara untuk rencana penataan sentra kuliner, Agung menyampaikan jika itu memang rencana yang terus digarap Pemerintah Kota Malang. Dalam hal ini Diabudpar ridak berjalan sendiri, melainkan bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang lebih memahami secara teknis.

Baca Juga : Punya Rasa Manis, Pahit dan Legit, Ciri Khas Durian Kunir dan Bajol Desa Jombok

"Seperti aspek hieginitas suatu kawasan hingga izin edar serta packaging dan lain sebagainya tentu harus dilakukan dengan OPD lain," jelasnya.

Dia pun berharap, rencana penataan kawasan kuliner itu dapat segera terealisasi. Karena kuliner menjadi salah satu potensi wisata di kota pendidikan ini. 

Turis yang berkunjung kebanyakan memang jatuh hati dengan sederet olahan khas Kota Malang. Sehingga, penataan kawasan kuliner dinilai sangat penting untuk dilakukan.

"Saat ini juga sudah dibuatkan beberapa sentra kuliner halal, ini juga untuk menarik banyak wisatawan," pungkasnya.

 

Topik
MalangBerita MalangKuliner lokal kini banyak digemari turiskawasan pusat kuliner 24 jam
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru