Sugeng Santoso, (kiri) pelaku mutilasi saat tengah diinterogasi singkat oleh Kasi Pidum Kejari Kota Malang, Wahyu Hidayatullah (tengah) (ist)
Sugeng Santoso, (kiri) pelaku mutilasi saat tengah diinterogasi singkat oleh Kasi Pidum Kejari Kota Malang, Wahyu Hidayatullah (tengah) (ist)

MALANGTIMES - Kasus mutilasi di Pasar Besar yang dilakukan oleh Sugeng Santoso (14/5/2019), memasuki tahap II penyerahan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang (12/9/2019). Hal itu menyusul lengkapnya berkas dari kasus mutilasi yang dilakukan Sugeng.

Diserahkan ke Kejari Kota Malang, Sugeng Santoso nampak dalam kondisi sehat dan tak seperti orang yang mengalami ganguan jiwa. Saat ditanya dari tim Kejari Kota Malang, Sugeng juga tampak bisa dengan jelas menjawab.

Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejari Kota Malang, Wahyu Hidayatullah menjelaskan, jika saat ini tersangka mutilasi Sugeng telah diserahkan ke Kejari Kota Malang.

"Sugeng nantinya bakal terancam dengan pasal 340 yakni mengenai pembunuhan berencana. Ancaman hukuman maksimalnya hukuman mati," paparnya.

Lanjutnya, pada tahap II, tersangka Sugeng akan ditahan selama 20 hari penahanan. Jika belum usai masa penahanan, namun dirasa sudah cukup memenuhi, baik itu kelengkapan berkas maupun hal lainnya, maka tersangka akan segera diserahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

"Tidak ada keterangan baru dari Sugeng, sejauh ini, dia sudah menjelaskan sesuai dengan yang ada di berita acara," jelasnya.

Sementara itu, dijelaskannya, mengenai kelengkapan berkas dari kasus Sugeng, sebelumnya mengalami kekurangan keterangan beberapa saksi kaitan dengan kasus mutilasi itu.

"Untuk identitas korban memang belum terungkap, namun itu bukan merupakan salah satu syarat yang harus ada dalam berkas. Karena sudah jelas identitasnya sebagai mr.x," paparnya.

Dalam penyerahan tersangka Sugeng ke Kejari Kota Malang, juga turut diserahkan beberapa barang bukti, seperti, satu pasang sandal jepit, satu buah jarum sol sepatu, satu buah baju wanita motif kembang, satu buah kaos warna kuning, satu buah celana.

Kemudian ada lagi, satu buah banner iklan rokok, satu lembar banner yang bertuliskan empat hari pindah, satu lembar kain bekas potongan, satu buah celana dalam, satu bungkus plastik berisikan sampel bercak darah, satu tabung berisi dan sampel darah dan satu gigi geraham.