MALANGTIMES - Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Malang yakin bisa meraih predikat terbaik dari Innovative Goverment Award (IGA) 2019 meski mempunyai banyak pesaing dari kota lain di Jawa Timur.

Mengikuti IGA yang kesekian kalinya, Kabupaten Malang terus mengeluarkan inovasi baru agar kembali meraih prestasi. "Kami bersaing dengan Pemkot Malang, Pemkot Surabaya, Pemkab Situbondo, Pemkab Banyuwangi dan masih banyak daerah lain. Mereka (tim penilai dari Litbang Kemendagri) melihat progres yang nyata, jadi tidak hanya yang banyak diusulkan saja. Nah tim dari Litbang Kemendagri ini melihat apa benar di Kabupaten Malang ini nyata kerjanya tentang inovasi, dan kami banyak membuat yang berbasis IT," ungkap M. Hidayat, Kepala Balitbangda Kabupaten Malang.

"Kami berharap setelah dilakukan validasi, dengan kondisi real seperti ini ada geliat dari pemerintah Kabupaten Malang dan dari tim penilai itu ada gayung bersambut," imbuhnya.

Melihat dari yang sudah ditampilkan beberapa OPD, Dayat (sapaan akrab M. Hidayat) yakin Kabupaten Malang akan kembali mendapatkan prestasi. Meski prestasi hanya sebuah predikat dari Kemendagri, tapi Balitbangda Kabupaten Malang berharap progres itu terus berlanjut agar tidak menjadi proyek yang berjalan ketika ada event.

 

Bahkan Dayat akan membentuk sebuah lomba cipta inovasi untuk seluruh elemen Kabupaten Malang. Hal itu agar semakin berkembangnya wilayah yang dipimpin oleh H. Sanusi tersebut. "Tahun depan saya harap inovasi seperti ini tidak hanya diikut sertakan di tingkat nasional tapi ada gebyar khusus nantinya pengemasan inovasi yang akan saya lomba kan. Jadi inovasi bukan hanya terbatas pada OPD dan Camat tapi semuanya bisa nanti, termasuk masyarakat, perguruan tinggi, sekolah-sekolah. Seperti IGA tingkat Kabupaten Malang, atau bukan goverment tapi Innovative People Award (IPA), sehingga nantinya akan benar-benar mengakar," paparnya.

 

Saat penilaian dari Litbang kemendagri, banyak OPD yang menampilkan pelayanan berbasis aplikasi untuk memudahkan masyarakat untuk menjangkaunya. "Selain berbasis IT, kami juga ada one village one product, artinya banyak produk dari desa. Lalu one village one destination, dimana pemerintah Kabupaten Malang berharap ada satu destinasi wisata tercipta di masing-masing desa," katanya.

Lebih dari itu untuk melakukan pengembangan Kabupaten Malang, Dayat mengaku bahwa tidak cukup hanya peran Pemerintah Kabupaten Malang, namun juga peran dari masyarakat. "Dunia yang saat ini kita kenal di industri 4.0 itu sebuah keniscayaan yang harus didukung oleh masyarakat dan pemerintah Kabupaten Malang. Jadi kesinambungan keduanya akan membuat Kabupaten Malang semakin berkembang," pungkasnya.