MALANGTIMES - Plt Bupati Malang Sanusi tengah menghitung hari untuk menjadi kepala daerah definitif. Penantian itu ditunggu setelah dia menjadi kepala daerah plt sejak akhir tahun 2018 lalu. Dimungkinkan penantian itu akan segera berakhir pada akhir September 2019 ini.

Hal ini setelah adanya pernyataan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) melalui Wakil Gubernur Emil Dardak. Emil mengatakan, seluruh proses terkait pengajuan pelantikan Bupati Malang Definitif telah diselesaikan pihaknya.

Dia juga menyebutkan, Gubernur Jatim telah mengeluarkan surat yang ditujukan kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan tanggal 2 Juli 2019. Surat tersebut berisikan upaya tindak lanjut Kemendagri atas status perkara Bupati Malang nonaktif Rendra Kresna yang telah mendapatkan ketetapan hukum tetap oleh Pengadilan Tipikor Surabaya.

Hal ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 2015 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Dengan bunyi, "Penunjukan bupati definitif menjadi kewenangan Kemendagri sementara untuk pelantikannya bisa dilakukan oleh gubernur."

"Gubernur juga sudah komunikasikan dengan Kemendagri terkait hal itu. Hasilnya ada perkembangan positif dari Kemendagri mengenai keputusan final yang kita harapkan segera terbit,” ucap Emil Dardak.

Emil juga memperjelas pernyataan terkait adanya perkembangan dan sinyal positif dari Kemendagri serta frasa segera yang disampaikannya. “Segera itu hitungannya ya hari. Bisa 2, bisa 3 hari, pokoknya hari dan bukan bulan ya," ujarnya.

Keterangan tersebut tentunya akan semakin memperjelas dan memastikan terkait banyaknya asumsi di dalam masyarakat terkait adanya berbagai dugaan permainan politik. Sehingga proses pelantikan Bupati Malang Definitif begitu panjang dan terkesan tidak ada kepastian.

Terpisah, Sanusi yang sempat di sekitar Juni 2019 melontarkan pernyataan, bahwa pelantikan bupati definitif akan segera dilakukan paling lama 2 pekan di sebuah acara halal bihalal. Tidak terlalu mengomentari panjang terkait hal itu.

Dirinya hanya mengatakan, bahwa selama menjabat Plt Bupati Malang, roda pemerintahan tetap berjalan sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Malang. "Jadi saya fokus saja bekerja sampai akhir jabatan nanti. Terkait pelantikan bupati definitif itu ranahnya Kemendagri," ucapnya singkat.