MALANGTIMES - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Karangploso Malang memprediksi musim kemarau akan berlangsung hingga akhir Oktober atau awal November 2019 mendatang. Puncak musim kering sendiri terjadi para periode September-Oktober. Meski demikian, di wilayah Malang Raya masih ada potensi hujan.
 

Potensi hujan tersebut muncul dalam hasil prakiraan cuaca daerah Malang dan Batu periode 10-16 September 2019. BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Karangploso Malang mencatat, potensi cuaca berawan hingga hujan bakal terjadi hari ini (12/9/2019) dan besok (13/9/2019). 
 

Sementara untuk hari-hari lain, umumnya bercuaca cerah dan berawan. Terdapat perbedaan suhu udara yang cukup ekstrem antara siang dan malam hari. Yang terendah mencapai 15 derajat Celcius dan tertinggi di angka 31 derajat Celcius. Kelembaban udara sendiri tercatat di kisaran 40-95 persen, dengan kecepatan angin sekitar 5-35 kilometer per jam. 
 

Dalam laporan analisis hujan Juli 2019 dan prakiraan hujan September-November 2019, Kepala Stasiun Klimatologi Malang Aminudin Alroniri mengungkapkan bahwa rata-rata daerah di Jawa Timur baru akan turun hujan pada bulan November. "Dibanding dengan rata-rata data 30 tahun (1981-2010), awal musim hujan diprakirakan umumnya mundur satu dasarian," ujarnya. 
 

Jika hujan baru turun pada awal November, maka daerah Kecamatan Turen, Kabupaten Malang akan mengalami kekeringan paling panjang. Pasalnya, terjadi hari tanpa hujan sepanjang 144 hari. Setelah itu, diikuti Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang sepanjang 138 hari dan Kecamatan Dlangu, Kabupaten Mojokerto selama 125 hari tanpa hujan.
 

Aminudin menambahkan, saat ini informasi dari BMKG Karangploso telah menjangkau tingkat kecamatan. Dia berharap, masyarakat khususnya para petani bisa mengakses informasi itu untuk kebutuhan pertanian. "Petani sangat bisa menggunakan informasi dari BMKG sebagai referensi mempertimbangkan masa tanam. Bahkan, informasi yang bisa dijangkau tidak hanya terkait musiman. Bulanan, harian hingga per jam pun bisa diakses," sebutnya.
 

Akses informasi bisa dijangkau di website resmi BMKG atau melalui aplikasi yang bisa diunduh di Play Store. "Baru tahun ini bisa menjangkau hingga kecamatan. Semoga informasi yang kami berikan bisa banyak membantu," pungkasnya.