Kawasan TPU Nasrani Sukun yang akan ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kawasan TPU Nasrani Sukun yang akan ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - TPU (Tempat Pemakaman Umum) Nasrani Sukun menjadi salah satu kawasan yang akan ditetapkan sebagai cagar budaya. Menyusul rencana itu, TPU yang ada sejak Bouwplant III di bawah Pemerintahan H I Bussemaker I (wali kota Malang I tahun 1919-1929) itu akan dipercantik dengan sebuah museum.

Museum yang ada di kawasan pemakaman itu nantinya akan memuat sejarah dari makam Nasrani Sukun. Juga akan dibuatkan sebuah narasi yang memuat penjelasan  perjalanan makam Sukun sebagai kawasan cagar budaya.

Bagian Administrasi UPT Pemakaman Umum Nasrani Sukun Hariani bercerita, konsep museum tersebut akan dilengkapi dengan pajangan foto-foto lawas pemakaman. Kemudian juga dilengkapi surat-surat administrasi kuno peninggalan pemerintahan Belanda yang ada di makam. "Nisan makam kuno juga akan dipercantik," katanya.

Menurut Hariani, percantik yang dimaksudkan itu adalah memberi penanda khusus pada beberapa nisan kuno. Selanjutnya akan dilengkapi dengan biografi sosok yang dimakamkan di lahat tersebut. Sehingga, masyarakat dapat mendapat pengetahuan baru dari tokoh-tokoh penting yang ada.

Sebagai informasi, beberapa tokoh yang dimakamkan di TPU Nasrani Sukun di antaranya adalah Dolira Chavid (Tante Dolly), Joseph Wang CDD (pendiri Hua Ind), Dr Ayke (pengikut Freemanson). Sda pula CG Lavalette (pendiri  RS Lavalette. "Kawasan TPU Nasrani Sukun ini akan ditetapkan sebagai cagar budaya sebelum akhir 2019," pungkas Hariani.