MALANGTIMES - Peredaran narkoba saat ini memang begitu mengerikan. Banyak kalangan dari berbagai umur maupun berbagai profesi, termasuk mahasiswa, terjerat narkoba. Padahal, terjerat narkoba sama saja masuk ke lubang hitam atau lubang kesuraman, bahkan hingga berujung kematian.

Melihat konsekuensi itu, tak ingin para mahasiswa baru terkena jerat hitam narkoba, Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) membentengi mereka dengan pengetahuan-pengetahuan mengenai narkoba serta konsekuensi memakai narkoba.

Upaya tersebut dilakukan dalam rangkaian kegiatan Program Pengenalan Pendidikan Tinggi (P3T) pada hari kedua. Unikama mengundang pemateri dari Satreskoba Polres Malang Kota yang diwakili  Kepala Urusan Administrasi Tata Usaha Satuan Reserse Narkoba (Kaurmintu Sat Resnarkoba)  Ipda Sutiyono.

Dalam paparannya, Sutiyono menjelaskan mengenai beragam jenis narkoba maupun psikotropika yang banyak beredar di Kota Malang, mulai dari sabu, ekstasi hingga pil kolpo.

"Semua harua menghindarinya, jangan mendekat, bahkan merasakan narkoba.  Efeknya bagi kesehatan sangat fatal, bisa merusak organ tubuh, hingga kematian," jelas dia.

Karena itu, masyarakat, termasuk para mahasiswa, harus berperan serta memberantas narkoba demi masa depan bangsa beserta masa depan para penerusnya. Sebab, seperti diketahui, meski sering terdapat upaya pemberantasan, peredaran narkoba  masih ada dan tak berhenti.

“Penyalahgunaan narkoba sering dilakukan oleh kalangan anak muda. Padahal mereka sudah tahu menggunakan narkoba itu ada jerat hukumnya. Tetapi mengapa masih dilakukan? Itulah yang sekarang menjadi konsentrasi kami untuk memberantas pengguna narkoba, khususnya di kalangan anak muda,” tandas Sutiyono.

Dengan adanya materi pengetahuan menegani jenis dan bahaya narkoba, diharapkan para mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Kota Malang, bisa terhindar dan menjauhi barang haram tersebut.

“Terkadang ada mahasiswa yang tidak tahu jenis-jenis pil dalam narkotika. Mereka diberi pil oleh teman lalu diminum dengan alasan supaya nyenyak dalam tidur. Hal seperti inilah yang sering dikhawatirkan oleh pihak kampus,” tambahnya.

Dia mengharapkan mahasiswa untuk selalu menjaga nama baik Unikama selama proses perkuliahan berlangsung dan setelah mereka dinyatakan lulus dari Unikama.