MALANGTIMES - Pembuatan KTP elektronik (KTP-el) di Kota Malang masih terkendala blanko masih kosong. Karena itu, KTP-el di Kota Malang masih menggunakan surat keterangan (suket). 

Berdasarkan data yang terekam, sejak Januari hingga Juli 2019, tercatat ada 658.088 jiwa yang melakukan perekaman KTP-el. Sementara jumlah wajib perekaman di Kota Pendidikan ini adalah 695.688 jiwa. Seluruhnya masih melakukan pencatatan menggunakan suket.

"Blanko belum dikirim lagi dan semuanya masih gunakan suket," kata Kasi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang Darmanto kepada wartawan, Kamis (12/9/2019).

Menurut dia, suket memiliki kekuatan hukum yang sama dengan KTP-el sehingga dapat digunakan untuk berbagai kegiatan kependudukan. Mulai dari melamar kerja hingga syarat penting ikut serta dalam pemilihan umum (pemilu). Hanya, suket tidak memiliki masa aktif seumur hidup layaknya KTP-el, melainkan harus dilakukan perpanjangan setiap enam bulan sekali.

Sebelumnya, Kepala Dispendukcapil Kota Malang Eny Hari Sutiarni menyampaikan, pengiriman blanko KTP-el belum dilakukan sampai detik ini. Sehingga, dia berharap agar pengiriman blanko KTP-el dapat segera direalisasikan mengingat kebutuhan blanko terus bertambah dari waktu ke waktu.

"Kami memang berharap blanko segera dikirim. Tapi kami juga melihat situasi dan kondisi karena kebutuhannya kan untuk masyarakat seluruh Indonesia. Jadi, memang harus bersabar," terangnya.

Meski blanko KTP-el belum dimiliki, Eny tetap mengimbau agar masyarakat mengurus data KTP-el. Selama ini, Dispendukcapil Kota Malang tidak hanya memberi layanan di kantor Dispendukcapil Kota Malang, tapi juga ada upaya jemput bola ke beberapa kawasan. Utamanya kawasan keramaian.

Selain itu, pengurusan KTP-el tidak harus disertai dengan surat keterangan dari RT maupun RW. Masyarakat bisa langsung datang ke loket Dispendukcapil Kota Malang di kawasan kantor terpadu Pemkot Malang dengan membawa kartu keluarga. "Tidak harus membawa surat keterangan dari RT dan RW, melainkan cukup membawa KK saja," pungkas nya.