Genap 14 Hari Operasi Patuh Semeru 2019, 4244 Pelanggar Bakal Menambah Kas Negara

MALANGTIMES - Hari ini (11/9/2019), genap 14 hari gelaran Operasi Patuh Semeru 2019. Hasilnya cukup membuat geleng kepala. Ribuan surat tilang atau surat sayang diberikan kepada para pelanggar yang terjaring razia. Pihak Kepolisian melakukan tindakan langsung (tilang) sebanyak 4244 pelanggar dalam razia yang dimulai pada 29 Agustus 2019 hingga 11 September 2019.

Dengan begitu, sebanyak 4244 pelanggar lalu lintas yang terjaring razia Operasi Patuh Semeru 2019 itu, harus bersiap-siap menunggu jadwal sidang dan membayar denda yang akan masuk ke kas negara.

Jumlah 4244 pelanggar tersebut, didominasi oleh pelanggaran yang dilakukan pengendara sepeda motor. Jumlahnya tak tangung-tanggung mencapai 4059 pengendara yang melanggar. Sementara sisanya, sebanyak 168 pelanggaran dilakukan oleh pengendara mobil dan 26 pelanggaran dilakukan oleh para pengendara truk atau bus.

Dari jumlah pelanggaran tersebut, petugas mengamankan barang bukti STNK sebanyak 2893, kemudian SIM sebanyak 1278 dan mengamankan sebanyak 73 kendaraan baik mobil maupun sepeda motor.

Kasat Lantas Polres Malang Kota, AKP Ari Galang Saputro, melalui Kanit Turjawali, Ipda Saiku menjelaskan, jika dalam gelaran Operasi Patuh Semeru 2019, terdapat delapan poin sasaran utama, seperti tak tidak memakai helm, pengendara roda empat (R4) tidak memakai safety belt, kendaraan yang melebihi kecepatan dalam berkendaran, pengemudi kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol, pengendara bermotor di bawah umur, pengendara bermotor memainkan ponsel selama berkendara, pengendara bermotor melanggar rambu lalu lintas dan berkendaraan menggunakan strobo.

"Operasi gabungan kali ini bersamaan dengan Operasi Patuh Semeru 2019. Ada unsur TNI, Dishub, Reskrim Lantas Polres Malang Kota dan Polsek. Dilakukan 2 kali dalam satu bulan," jelasnya.

Mengenai jumlah pelanggaran yang mencapai 4244, banyak didominasi pelanggaran kendaraan bermotor,  yang tak membawa surat-surat bermotor, baik SIM maupun STNK. Selain itu, terdapat juga kendaraan bermotor yang tak sesuai dengan kondisi standar kendaraan. Banyak pengendara yang memodifikasi kendaraannya dengan memasang knalpot brong yang menggangu pengendara lain.

"Itu (knalpot brong)  juga kami tindak. Saat ini, dengan gencarnya razia, angka kecelakaan lalu lintas menurun hingga 55 persen. Namun melihat jumlah pelanggaran, kesadaran masyarakat harus semakin ditumbuh lagi," bebernya.

Sementara itu, dalam gelaran Operasi Patuh Semeru hari terakhir ini, jumlah pelanggar sudah menurun dibanding hari sebelumnya yang bisa mencapai 400 pelanggar. Untuk hari ini, petugas menindak 342 pelanggar.

Jumlah tersebut merupakan dari hasil razia jajaran Polres maupun Polsek. Polres melakukan tilang 172 pelanggar, Polsek Klojen melakukan tilang 58 pelanggar, Polsek Blimbing melakukan tilang 30 pelanggar, Polsek Kedungkandang melakukan tilang 31 pelanggar, Polsek Lowokwaru melakukan tilang 25 pelanggar dan Polsek Sukun melakukan tilang 26 pelanggar.

Top