MALANGTIMES - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang terus menggenjot kinerjanya di tahun 2019. 

Berbagai progres di sektor permukiman dan lingkungan yang jadi ranahnya di tahun 2018 lalu, dengan capaian terbilang apik tidak membuat dinas di bawah kepemimpinan Wahyu Hidayat ini terlena.

Tercatat, dari data DPKPCK Kabupaten Malang, lima sektor yang jadi ranahnya untuk dikawal menuju penuntasan target di tahun 2021, yakni akses air minum, pengelolaan air limbah, kebutuhan hunian, pemanfaatan ruang, serta kualitas dan kuantitas bangunan gedung pemerintahan, mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Tahun 2018 untuk akses air minum telah mencapai progres 76,22 persen. Pengelolaan air limbah (75,02 persen), kebutuhan hunian (98,06 persen), pemanfaatan ruang (31,36 persen), serta kualitas dan kuantitas bangunan gedung pemerintahan mencapai 73,89 persen.

Capaian itu tentunya sangat berpengaruh untuk target 2019. Dimana, menurut Wahyu Hidayat, untuk mencapai target lima sektor itu hanya perlu membukukan peningkatan antara 2-5 persen saja.

"Untuk mencapai target hanya perlu menggenjot angka antara 2-5 persen di tahun ini. Tentunya, walau terlihat kecil tapi kendala dan hambatan tetap ada. Tapi, kita optimis target 2019 di lima sektor bisa kita capai," ungkap Wahyu, Rabu (11/09/2019) kepada MalangTIMES.

Kendala yang disampaikan oleh Wahyu, terkait erat dengan faktor eksternal. Dimana, ada empat kendala yang harus dihadapi DPKPCK Kabupaten Malang. Yakni, masih rendahnya kesadaran dan peran serta masyarakat dalam pengendalian pemanfaatan ruang.

Selain itu lemahnya database infrastruktur prasarana dasar permukiman (PDP) masyarakat desa. Eksesnya adalah eksekusi kebijakan pemerintah Kabupaten Malang, tidak bisa maksimal dalam meningkatkan sektor tersebut.

"Kendala lain di sektor permukiman untuk program bedah rumah, misalnya, yang kerap kita hadapi adalah pendataan rumah tidak layak huni (RTLH) belum mencakup seluruh kecamatan," urai Wahyu.

Pendataan itu ditambah dengan kendala adanya penambahan RTLH yang berkembang secara dinamis dalam masyarakat karena berbagai faktor juga. Sedangkan kendala dalam sektor pengelolaan air limbah, lanjut Wahyu, adalah lemah atau kurangnya institusi yang dibentuk masyarakat untuk mengelola Ipal Komunal.

"Kendala itulah yang terus menjadi pekerjaan rumah kita dalam melaksanakan pembangunan di lima sektor itu. Tentunya, kami juga terus berupaya untuk meminimalisir kendala tersebut," ujar mantan Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Malang ini.

Beberapa upaya yang telah dan menurut Wahyu akan terus dikuatkan untuk mencapai target 2019, dikelompokkan menjadi 4 tindakan terukur dan terarah. Yakni, menggalakkan sosialisasi pembentukan komunitas-komunitas penataan ruang di masyarakat desa.

Upaya lainnya adalah melakukan pendataan infrastruktur PDP yang lebih mendetail dan terus dilakukan update. Sehingga eksekusi kebijakan akan tepat, cepat dan terarah dengan basis data yang juga valid dan terupdate.

Di program peningkatan kualitas RTLH pun, kendala data telah diupayakan DPKPCK Kabupaten Malang dengan updating sekaligus diterapkan dalam program e-RTLH. "Serta kita juga lakukan pendampingan dan penguatan kapasitas institusi pengelola Ipal Komunal yang ada saat ini," ucap Wahyu.

Disinggung target lima sektor yang jadi fokus harapan DPKPCK Kabupaten Malang, Wahyu menyampaikan ulang bahwa rentang yang wajib dicapai di kisaran angka 2-5 persen.

Untuk peningkatan akses atau layanan air minum sehat dan layak, target tahun 2019 adalah 78,50 persen. Atau dengan capai tahun 2018 membutuhkan peningkatan 2,28 persen. Di pengelolaan air limbah, targetnya adalah 81 persen. Masih kurang 5 persen dari capaian 2018 lalu.

Di pelayanan kebutuhan hunian layak huni dan terjangkau serta didukung sarpras dan utilitas memadai dengan capaian 98,06 persen di tahun 2018 lalu. Telah melampaui target tahun 2019. Sedangkan pemanfaatan ruang ditarget 35 persen serta ( kualitas dan kuantitas bangunan gedung pemerintahan mencapai 76,86 persen.

"Berbagai target itu kita optimis bisa tergapai tahun ini. Apalagi komitmen dan kinerja seluruh pegawai kita juga terus naik," pungkas Wahyu.