Jalur  jalan Talangagung kembali dilanjutkan pembangunannya oleh Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang (Nana)
Jalur jalan Talangagung kembali dilanjutkan pembangunannya oleh Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang (Nana)

MALANGTIMES - Ruas jalan Talangagung, Kepanjen, yang awalnya merupakan rute alternatif  telah berkembang menjadi jalur padat kendaraan. Terutama, setelah jalan lingkar barat (jalibar) difungsikan sebagai jalur kendaraan berat, bus dan lainnya yang akan menuju ke arah Blitar.

Hal inilah yang membuat jalur jalan raya Talangagung menjadi ramai dilalui berbagai jenis kendaraan. Aksesnya, adalah sepanjang jalan tersebut hancur dan menjadi kubangan setiap musim hujan turun. Jalan Talangagung bahkan disebut masyarakat sebagai jalur off-road, bukan jalan raya.

Kondisi itu terjadi beberapa tahun lalu. Sejak tahun 2018, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang turun tangan dan melakukan peningkatan kualitas jalur tersebut. Tidak hanya jalan Talangagung yang dibangun dan ditinggikan 50 centimeter (cm), tapi Dinas PU Bina Marga juga membangun saluran drainase di sepanjang jalan.

"Persoalan jalan kita rata-rata tidak ada drainase di pinggir jalan. Kalau pun ada kerap telah tertutup bangunan rumah, toko atau industri. Ini yang membuat jalan kerap jadi kubangan air. Bak jalur offroad yang berbahaya bagi pengendara," ucap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, Rabu (11/09/2019).

Didik menunjuk jalan Talangagung, Kepanjen, beberapa tahun lalu. Dimana di jalur itu kalau musim hujan, jalanan tertutup air dan berbagai lubang, retakan jalan menjadi tak terlihat pengendara. 

Sekda Kabupaten Malang Didik Budi Muljono (tengah) beserta jajaran OPD Kabupaten Malang (Nana)

"Jadi sangat membahayakan waktu itu. Tapi setelah Dinas PU Bina Marga melakukan pembangunan dan pemeliharaan jalan dan drainasenya sekaligus, tak ada jalur jalan bak off-road itu," lanjutnya.

Terpisah, Suwignyo Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, menyampaikan, bahwa pihaknya tetap melakukan berbagai pembangunan yang merupakan tupoksinya. Walau tidak bisa diselesaikan dalam satu tahun anggaran, misalnya di jalan Talangagung, tapi dipastikan terus dilanjutkan tahun berikutnya.

"Ini kita lihat di jalan Talangagung. Setelah tahun lalu sekitar 350 meter lebih kita bangun. Di tahun ini kita selesaikan ruas jalan yang tersisa. Plus dengan melanjutkan drainasenya," ujar Suwignyo kepada MalangTIMES.

Pembangunan itu, lanjutnya, untuk menyempurnakan jalur jalan sekaligus memperkuat fungsinya di Talangagung. Dimana ruas jalur tersebut sudah terbilang tinggi arus lalu lintasnya. 

"Jadi di tahun ini seluruh ruas jalan Talangagung menuju Jalibar dipastikan akan mulus dilalui. Selain itu tidak akan lagi jadi kubangan air di musim hujan," tegas Suwignyo.

Pembangunan di jalur itu di mulai dari titik yang sudah terselesaikan tahun 2018 lalu. Yakni dari titik pintu masuk perumahan depan balai desa Talangagung sampai ke arah perempatan.

Di area itu Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang juga meninggikan jalan sesuai jalur yang telah terbangun. Drainase yang juga jadi perhatian Sekda Didik Budi juga dilakukan dan

menjadi satu paket.
"Betul, apa yang dikatakan pak Sekda. Itu pula yang telah kita lakukan di berbagai titik pembangunan di tahun ini," pungkas Suwignyo.