Museum Sejarah Bentoel Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Museum Sejarah Bentoel Kota Malang (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Meski masih menjadi perbincangan di kalangan pegiat cagar budaya, Museum Sejarah Bentoel tetap akan dijual. Ya, museum yang berada di kawasan Jl Wiromargo 32, Sukoharjo, Kecamatan Klojen Kota Malang itu memang sudah tampak sepi, bahkan koleksi dan tulisan juga sudah banyak yang menghilang.

Penjualan ini memang disayangkan berbagai pihak, lantaran di dalamnya banyak menyajikan berbagai informasi sejarah pendirian salah satu produksi rokok yang cukup besar di Indonesia. 

Perjalanan karir sang pendiri yakni, Ong Hok Liong dari menjadi pengusaha toko kelontong hingga bisnis besar. Menampilkan beragam koleksi alat pembuatan rokok, dan masih banyak lainnya hingga dijadikan salah satu ikon edukasi wisata di Kota Malang.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menyatakan jika bangunan tersebut telah dijual, maka akses perjalanan sang pendiri rokok kretek itu kemungkinan masih akan bisa dinikmati pegiat cagar budaya ataupun masyarakat umum.

"Kalau memang jadi untuk dijual, kisah perjalanan dari bos (Ong Hok Liong) ini masih bisa diceritakan kepada masyarakat, karena ada perpindahan kantor. Jadi yang masih menanyakan kisah mulai nol hingga sukses itu nanti akan bisa mengakses," ujar dia usai menggelar pertemuan dengan perwakilan Museum Bentoel Malang, di Kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Malang, Selasa (10/9).

Menurutnya, kantor itu akan dipindahkan ke wilayah Jl Niaga, Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun Kota Malang. Tentunya lokasi ini dinilai lebih representatif dan bisa dikunjungi masyarakat luas yang ingin melihat sejarah berdirinya Pabrik Bentoel itu.

"Mereka (pihak Bentoel) juga akan buat kantor baru, sehingga koleksinya juga dipindahkan ke sana. Tentunya dengan kondisi yang lebih representatif, dan menjdai kunjungan masyarakat juga. Tapi, namanya tidak museum lagi," imbuhnya.

Bahkan, pihaknya juga menawarkan untuk memiliki Arca yang biasanya berada di Museum Sejarah Bentoel. Misal saja tidak ada pembeli yang ingin untuk memelihara peninggalan itu.

"Tadi dari kita juga sudah memperlihatkan ada Arca disitu (Museum Bentoel). Kalau memang dijual kemudian pembelinya tidak mau mempertahankan atau memelihara arca itu walaupun itu replika silahkan berikan ke kami (Disbudpar), itu nanti kami yang akan pelihara," pungkas nya.