Tangkapan layar terkait postingan Tere Liye atas polemik KPAI dengan perusahaan rokok (@mas_piyuuu)
Tangkapan layar terkait postingan Tere Liye atas polemik KPAI dengan perusahaan rokok (@mas_piyuuu)

MALANGTIMES - Polemik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dengan perusahaan rokok yang telah menggelontorkan anggaran sangat besar dalam dunia bulutangkis Indonesia sejak 1974, terus berkembang. 

Berbagai pendapat yang kontra dengan imbauan KPAI untuk membubarkan audisi beasiswa bulutangkis, walau dibantah secara langsung oleh pihak terkait, serta yang pro dengan hal itu, terus bergulir. Baik melalui dunia maya lewat perang tagar sampai pada berbagai pernyataan dari berbagai kalangan.

Tak terkecuali penulis fiksi Indonesia bernama Tere Liye. Dimana, penulis novel produktif ini menuliskan pendapatnya secara panjang lebar atas dukungannya kepada leeat

Tere Liye menuliskan catatannya dengan judul Drama (menjurus) Lebay terkait sikap perusahaan rokok yang telah melahirkan berbagai legend dunia bulutangkis Indonesia ini.

Dalam tulisan panjangnya, Tere Liye menuliskan, bahwa, audisi beasiswa bulutangkis itu merupakan bentuk eksploitasi, alias memanfaatkan anak-anak untuk mempromosikan brand image rokok dalam kegiatan.

"...menggunakan teknik marketing yang sangat lihai, seolah mereka peduli dengan kesehatan, pendidikan, dan semua niat mulia lainnya. Tapi mereka sejatinya sedang "mendidik" pasar baru perokok..." begitulah penggalan tulisan Drama (menjurus) Lebay-nya Tere Liye.

Dukungan Tere Liye inilah yang membuat warganet yang kontra dengan KPAI pun ramai memperbincangkan dan "menyerang" tulisan tersebut. 

Razan_Tata melalui akun Twitter @razantataa mencuitkan bahwa tulisan berjudul Drama (Menjurus) Lebay Tere Liye merupakan salah satu opini paling absurd.

"Dari semua opini Tere Liye, ini salah satu yang paling absurd," tulisnya.

Kritik keras pada Tere Liye juga berhamburan di lini masa Twitter dari warganet, seperti yang dikicaukan @AriPurn49607494. "Bayar pajak aja dia ngeluh mas, malah sok sokan hujat salah satu industri penyumbang terbesar negara," ungkap nya.

@Alfindo_ndo juga menuliskan hal sama terkait pendapat Tere Liye tersebut. "Eee bang** tere liye. Ini PB uda ada dr taon 1974 dan bicara mslh prestasi tak usah diragukan lg. Kmn aja kalian? Baru skrg dipermasalahkan. Klo emng eksploitasi anak knp mereka malah mengharumkan nama Bangsa ini???" cuitnya.

Tidak hanya di dunia maya, persoalan itu juga membuat pemerhati anak Setyo Mulyadi atau beken dipanggil Kak Seto ikut bicara. Khususnya terkait sikap perusahaan rokok tersebut yang akan menghentikan audisi beasiswa bulutangkis pada tahun 2020 karena dituding mengeksploitasi anak oleh KPAI.

Dirinya berseberangan dengan banyak warganet yang kontra serta mendukung KPAI. Ketua Lembaga Anak Indonesia (LPAI) mengatakan, keputusan menghentikan audisi beasiswa bulutangkis seperti anak kecil yang sedang ngambek.

"Saya melihat ini kok kayak anak kecil yang sedang ngambek. Apa yang dilakukan KPAI sudah benar itu. Yakni menunjukkan peraturan soal larangan eksploitasi anak melalui iklan rokok, bukan melarang audisi," ujar Kak Seto.

Pendapat itu ditentang oleh @041Affan yang mengatakan, bahwa faktanya KPAI tetap menolak rekomendasi dari pihak perusahaan rokok perihal akan menghilangkan logo di kaos anak-anak.

"Faktanya KPAI pun tetap menolak rekomendasi baik dari djarum perihal dihilangkannya logo djarum dikaos anak-anak. ini bukan masalah besar, tp kenapa dibesar-besarin. apa KPAI ga nemuin permasalahan lain yg lebih urgent dibanding ini? #KPAIKERJABUTA," kicaunya.

Lantas seperti apakah tulisan Tere Liye dengan judul Drama (Menjurus) Lebay yang diperuntukkan untuk perusahaan rokok tersebut. MalangTIMES mencupliknya secara utuh dari postingan yang diunggah oleh @mas__piyuuu yang menulis, "Tere Liye mendukung KPAI #KamiBersamaKPAI," seperti di bawah ini.