‘Jajan’ di Kawasan Wisata Tretes, Kades Lecari Pasuruan Dituduh Hamili Purel

MALANGTIMES - Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Ibarat pepatah, nasib apes dialami Busro, Kepala Desa (Kades) Lecari, Kecamatan Sukorejo Kabupaten Pasuruan.

Maksud hati menghibur diri, ia malah ketiban sial dituduh menghamili Angel, 19, seorang perempuan asal Blitar. Bahkan perempuan yang diketahui sebagai purel ini berencana melaporkan Kades Lecari ke polisi.

Kasus ini mencuat setelah Angel memberikan keterangan kepada wartawan yang mengaku telah dihamili seorang kades. Ia menceritakan pertemuan dan iming-iming yang akan diberikan bila bersedia digauli sang kades.

“Saya kenal pak kades Agustus lalu. Saya dirayu akan dinikah sirih bila mau berhubungan badan. Setelah saya hamil, ia malah sulit untuk ditemui. Saya akan lapor ke polisi,” kata Angel.

Sementara itu, Kades Lecari, Busro, menepis tuduhan bahwa ia telah menghamili seorang perempuan. Namun ia mengaku kenal dan pernah berhubungan badan dengan Angel di sebuah villa di kawasan Tretes Kecamatan Prigen.

“Dia yang pertama kali telepon dan mengajak bertemu. Dia mengaku mendapat nomer telepon saya dari seorang temannya,” kata Busro yang memberikan klarifikasi di hadapan Muspika Sukorejo.

Dari pertemuan tersebut, keduanya bersepakat melanjutkan hubungan perkenalannya dengan bercengkerama di sebuah vila. Angel yang memperkenalkan diri sebagai purel juga bercerita tentang beban kehidupan keluarga yang harus ditanggungnya.

Sekitar satu jam kemudian, lanjut Busro, keduanya berpisah. Tentu saja ia juga telah memberikan sejumlah uang ratusan ribu kepada Angel sebagi tips kebersamaannya.

“Seminggu kemudian, ia mengirim foto alat tes kehamilan. Ia mengaku hamil dan meminta uang untuk menggugurkan kandungannya,” jelas Busro.

Belum ada kata sepakat atas keputusan Angel, Busro mengajak untuk bertemu kembali. Namun Angel sudah tidak bisa dihubungi dan malah memberikan pernyataan ke media.

“Tidak masuk akal kalau saya menghamilinya,” tepis Busro.

Camat Sukorejo, Diano Vela Feri Santoso, mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. Namun sebagai pembina wilayah, ia harus mengklarifikasi persoalan yang terjadi di jajarannya.

“Kami ingin mengetahui persoalan yang sebenarnya untuk segera dicarikan solusi,” kata Camat Diano.

Top