Museum Bentoel Dijual, Pemkot Malang Ingin Akuisisi

MALANGTIMES - Kabar Museum Sejarah Bentoel yang akan dijual menyeruak sampai ke Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Ya, museum yang berada di kawasan Jl Wiromargo 32, Sukoharjo, Kecamatan Klojen Kota Malang itu memang sudah tidak dijumpai aktivitas apapun sejak satu bulan terakhir ini.

Padahal, museum yang telah ada sejak tahun 1900-an ini telah dikenal luas sebagai salah satu destinasi wisata edukasi di Kota Malang. Di dalamnya berisi koleksi sejarah Bentoel, mulai dari alat-alat pembuatan rokok secara manual, alat perajang tembakau, alat linting, galeri foto produk rokok yang pernah dibuat hingga sejarah perjalanan hidup pendirinya Ong Hok Liong, dan masih ada lainnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang, Sutiaji menyatakan akan melakukan koordinasi dengan anggota dewan. Lantaran, bangunan di kawasan tersebut termasuk bagian dari heritage yang harus dilestarikan.

"Ini tadi barusan dapat informasi, karena Malang kan menjadi heritage destination. Maka kami nanti akan coba koordinasi dengan dewan, kalau bisa ya jangan dijual," ujar dia saat ditemui di Balaikota Malang, Senin (9/9).

Pria yang akrab disapa Aji ini menambahkan jika memang kawasan tersebut akhirnya harus dijual, pihak Pemkot Malang berkeinginan untuk mengakuisisi bangunan tersebut. Mengingat, hal itu berkaitan dengan bangunan sejarah yang tidak bisa dialihfungsikan begitu saja.

"Kalau terpaksa, Pemerintah Kota Malang juga berkeinginan untuk melestarikan itu. Seandainya ditangani oleh orang lain, jadi harus ikut koridor bahwa itu heritage. Tidak boleh dialihfungsikan," imbuhnya.

Apalagi, menurut dia karena Malang menjadi heritage destination bisa jadi Museum Sejarah Bentoel akan dijadikan salah satu ikon heritage Kota Malang. Pihaknya juga bakal memikirkan untuk dimungkinkan dimiliki oleh Pemkot Malang.

"Bisa jadi (dibeli) kami masih mikir. Karena Malang menjadi heritage destination, dan itu belum banyak dipublish bisa jadi kota melirik itu dijadikan ikon. Nanti kita diskusikan, dia (pihak Bentoel) minta berapa, kalau bisa syukur-syukur bayarnya separo. Nanti nama Bentoel-nya tetap muncul dan tidak ngerubah itu. Jadi Museum Bentoel tapi menjadi milik kota," tandasnya diselingi gelak tawa.

Top