Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Atasi kawasan kumuh, Pemerintah Kota Malang pilih membeli lahan baru. Lahan itu direncanakan untuk membangun kawasan pemukiman baru bagi masyarakat yang selama ini tinggal di kawasan kumuh seperti sempadan sungai salah satunya.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, pemerintah tak boleh seenaknya saja memindahkan masyarakat yang telah menetap dalam sebuah pemukiman. Meskipun kawasan pemukiman yang dimaksudkan tersebut masuk dalam kategori kumuh dan dilarang. Sehingga, perlu pendekatan khusus agar masyarakat secara bertahap mau meninggalkan tempat tinggal mereka.

"Seperti yang tinggal di sempadan sungai misalnya, ada permintaan untuk memindahkan mereka. Tapi kami memiliki pandangan lain tentang hal itu," katanya pada wartawan, Senin (9/9/2019).

Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membeli lahan baru yang tak jauh dari kawasan pemukiman sebelumnya. Sehingga, masyarakat yang memiliki kedekatan emosi dengan tempat tinggalnya bersedia untuk pindah dan menempati tempat baru.

"Misalnya yang sebelumnya tinggal di Klojen kan otomatis nggak mau dipindah ke Kedungkandang. Jadi akan dibelikan lahan baru yang tak jauh dari tempat tinggal sebelumnya," tambahnya.

Lebih jauh dia menyampaikan, konsep pemukiman baru yang akan diterapkan nantinya adalah perumahan vertikal atau rumah susun (rusun). Sebab lahan yang ada saat ini semakin menyempit dan diperlukan cara lain dalam membangun kawasan pemukiman. Mengingat, kebutuhan hunian memang terus mengalami peningkatan dari hari ke hari.

"Konsepnya dibangun perumahan gitu, semacam rumah susun. Karena hunian vertikal sekarang juga sudah ada peraturannya," tegasnya.

Dia juga menyampaikan jika pembanguann rumah susun sebelumnya juga menjadi salah satu program yang ditawarkan Kementerian PUPR. Di mana Pemerintah Kota Malang dapat mengajukan untuk dapat memperoleh anggaran khusus pembangunan rumah susun.

Sementara itu, dalam data Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Kota Malang tercatat, kurang lebih ada enam ribu KK yang tinggak di kawasan sempadan sungai. Sedangkan untuk rumah susun yang dikelola Pemkot Malang saat ini berada tiga lokasi.