MALANGTIMES - Penghentian audisi beasiswa bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation PB Djarum yang disebut-sebut akibat tudingan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sebagai bentuk eksploitasi anak menjadi perbincangan hangat warganet. 

Bahkan, laman Wikipedia Bahasa Indonesia milik KPAI sempat diedit dengan mengubah kepanjangan KPAI menjadi Komisi Penyelewengan Anjay Indonesia. 

Meski demikian, saat MalangTIMES mengunjungi laman Wikipedia pada pukul 12.00 WIB, editan tersebut telah dikembalikan ke asal. Dalam riwayat penyuntingan, tampak ada beberapa bagian yang sempat diubah. Selain di bagian kepanjangan KPAI, netizen sempat menambahkan keterangan bernada kasar. 

"KPAI adalah lembaga independen Indonesia yang tidak berfaedah karena mengurusi hal-hal yang tidak semestinya, contoh pengembangan bakat anak dianggap eksploitasi, dll," demikian salah satu bagian yang diubah. 

Selama tiga hari terakhir, topik KPAI dan PB Djarum menjadi bahan perbincangan hangat warganet. Bahkan, sempat menjadi trending topik Twitter Indonesia. Muncul beragam tagar, mulai #bubarkanKPAI juga #PBDjarumJanganPamit. 

dua29c3b8e3317bcead.jpg

"KPAI ini entah isinya orang macam apa ya? Saat ada banyak orang atau golongan menggunakan anak-anak untuk agenda politik menyebarkan kebencian, kekerasan, diam seribu bahasa. Tapi saat hal yang bermanfaat macam ini dibikin rempong. Mending yang du#bubarkanKPAI," tulis akun Twitter Heru Rich. 

"KPAI lahir tahun 2002 dan tidak ada prestasinya untuk kebaikan bangsa. PB Djarum sudah 50 tahun berkontribusi untuk NKRI, melahirkan puluhan pemain bulutangkis top dunia: Lim Swie King, Alan Budi Kusuma, Haryanto Arbi, Tantowi Ahmad, Mohammad Ahsan, Kevin Sanjaya, dll," tulis akun Tuti Alawiyah. 

tiga40389ba7bb73a2a0.jpg