Plt Bupati Malang Sanusi saat membuka acara Haornas ke-36 di Pendapa Kabupaten Malang, Kepanjen, Senin (09/09) (Nana)
Plt Bupati Malang Sanusi saat membuka acara Haornas ke-36 di Pendapa Kabupaten Malang, Kepanjen, Senin (09/09) (Nana)

MALANGTIMES - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Plt Bupati Malang Sanusi, kembali menyuarakan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) melalui budaya olahraga.

Budaya menyehatkan raga yang saat ini disinyalir terus menurun dan mengakibatkan berbagai macam penyakit tidak menular yang menjadi persoalan serius di dunia kesehatan dewasa ini. Tak terkecuali yang menimpa masyarakat Kabupaten Malang.

Sanusi bahkan menyampaikan, bahwa olahraga yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, sesuai dengan tema besar Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-36 di tahun 2019. Semakin memudar dan ditinggalkan masyarakat. Eksesnya adalah derajat kebugaran masyarakat, tidak hanya di Kabupaten Malang saja tapi di Indonesia mengalami penurunan atau rendah. Sehingga akan mudah terjangkit berbagai macam penyakit tidak menular, seperti diabetes, jantung, stroke dan lainnya.

"Kondisi inilah yang membuat Germas menjadi penting untuk terus disosialisasikan. Ajak seluruh lapisan masyarakat untuk berolahraga dan menjadikannya budaya dan gaya dalam kehidupan," kata Sanusi, Senin (09/09/2019).

Politikus PKB ini juga menegaskan, untuk membudayakan dan menjadikan olahraga sebuah gaya, tidak perlu anggaran besar yang menguras dompet masyarakat. Dimana, olahraga bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. 

"Misalnya, jalan kaki secara rutin setiap hari atau bersepeda. Kalau dilakukan rutin akan membuat tubuh kita sehat. Tentunya efeknya kehidupan akan lebih produktif," ujar Sanusi yang menegaskan ulang, masyarakat tidak boleh terpaku bahwa olahraga hanya dapat dilakukan di fasilitas olahraga saja.

Dirinya mencontohkan, bahwa dengan menyuarakan terus menerus ayo olahraga di berbagai lapisan masyarakat, maka akan terwujud kebiasaan dan akhirnya menjadi budaya dalam masyarakat. Tak terkecuali mengenalkan budaya olahraga pada anak-anak di usia dini. Baik di lingkungan keluarga, masyarakat maupun di berbagai lembaga pendidikan.

Eksesnya, selain akan melahirkan generasi sehat di kemudian hari, juga akan lahir bibit-bibit potensial dalam dunia olahraga di berbagai kegiatan yang ada. 

"Saat anak-anak dikenalkan sejak dini kecintaan atas olahraga, maka lambat laun minat dan bakat mereka di dunia olahraga juga muncul. Harapannya, adalah akan lahir bibit potensial di berbagai cabang olahraga di Kabupaten Malang," urai Sanusi.

Pria yang digadang-gadang akan juga mewarnai kontestasi Pilbup Malang 2020 ini, mencontohkan bibit-bibit potensial yang akhirnya mampu mengharumkan nama bangsa dan negara Indonesia, karena dikenalkan budaya olahraga sejak dini. Yakni di perhelatan Asean Schools Games (ASG) 2019 di Semarang, Jawa Tengah (Jateng). 

Dimana para atlet yang berasal dari berbagai sekolahan mampu memenuhi target juara umum. Para atlet Indonesia mampu melampaui target dengan mengoleksi 43 emas, 34 perak, dan 25 perunggu.

"Banyak manfaat berolahraga selain menyehatkan tubuh, bisa juga menjadi ruang untuk melahirkan para atlet olahraga berprestasi pada anak-anak kita. Karena itu ayo gelorakan olahraga," pungkas Sanusi.