MALANGTIMES - Dunia semakin mendekati kiamat. Begitulah, banyak orang menyampaikan pendapatnya atas berbagai perkosaan sampai pembunuhan anak-anak yang dilakukan orang-orang yang seharusnya menjadi pelindungnya.

Perilaku keji dan bejat menyetubuhi anak di bawah umur oleh ayah tirinya sendiri selama bertahun-tahun. Serta peristiwa pembunuhan yang menimpa anak-anak oleh orang yang seharusnya menjaga, melindungi dan menjadi matahari para anak-anak, kerap menghiasi berbagai media saat ini.

Contoh terbaru adalah perilaku keji seorang ayah tiri berinisal JP (45) yang meniduri anaknya selama hampir dua tahun lebih. Gilanya, JP pun kerap melakukan perbuatan biadabnya itu di hadapan istrinya atau ibu korban. 

Bahkan, JP pernah melakukan hubungan badan bertiga. Antara dirinya, korban dan ibu kandung korban itu sendiri yang menyetujui permintaan suaminya untuk melakukan perbuatan biadab itu. Kasus itu terjadi di Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.

Menurut Kompol Yuyan Priatmaja, Kasubdit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, perbuatan JP pertama kali dilakukan saat korban berusia 16 tahun.

"Pelaku awalnya mengimingi-imingi anak tirinya untuk mau berhubungan badan dengan uang Rp 300 ribu. Tapi ditolaknya oleh korban. Tidak menyerah si JP kembali membujuknya dengan janji akan mengobati paman korban yang sedang sakit dan butuh biaya berobat," terang Yuyan.

Tapi korban kembali menolaknya, bahkan saat ayah tirinya secara langsung meminta izin kepada istrinya yang merupakan ibu kandung korban. Gilanya, ibu kandung korban ternyata merestui permintaan yang juga sangat gila itu.

Yuyan juga menjelaskan, korban tetap menolaknya, sehingga JP pun merayu tantenya yang sedang kebingungan mencari uang untuk biaya suaminya, paman korban, berobat.
Korban yang masih berusia anak-anak ini pun akhirnya jadi mangsa ayah tirinya sendiri. 

Saat ibu kandung dan tantenya yang tidak punya pilihan lain merestui hasrat setan JP. JP pun dengan leluasa menyetubuhi anak tirinya itu. Bahkan dari keterangan penyidik, ayah tiri bejat ini melakukan aksinya setiap hari.

"Dalam sehari satu kali pelaku menyetubuhi anak tirinya. Bahkan beberapa kali aksi tersebut juga dilihat langsung oleh ibu korban, namun tak dilarang. Begitu pula saat JP menyetubuhi korban dan istrinya bersamaan," ujar Yuyan yang juga menambahkan JP juga ternyata selain meminta restu istri dan tante korban, juga mengakui telah melakukan pemaksaan atau pemerkosaan pada anak tirinya itu.

"Pelaku melakukan itu sejak usia 16 sampai 18 tahun," imbuhnya.
Tidak hanya berhenti pada anak tirinya saja, JP yang sudah dirasuki hawa nafsu syahwat itu pun menyetubuhi tante korban. Dengan iming-iming yang sama yaitu akan memberikan uang untuk pengobatan suaminya yang mengalami sakit patah tulang punggung.

Akhirnya, bau busuk JP yang bertahun-tahun hanya diketahui di rumahnya sendiri, terkuat saat RR si tante korban tak kuat lagi atas perbuatan bejatnya. Dirinya pun menceritakan hal tersebut kepada keluarganya dan ditindaklanjuti kepada kepolisian.

Kisah memilukan juga terjadi di Kota Jambi, tepatnya di Kecamatan Jelutung. Aktor bejatnya adalah seorang ayah tiri dengan korban anaknya yang masih duduk di bangku SD. 

AD si pelaku biadab ini, dalam melunaskan nafsu syahwat setannya kepada korban dengan cara mengiming-imingi uang jajan sebesar Rp 5 ribu. Kepada korban, AD sebelum menyetubuhinya kerap memperlihatkan video porno melalui handphonenya.

Kisah bejat ayah tiri kepada anaknya yang masih SD ini terjadi selama hampir dua tahun. Sampai akhirnya sang istri, ibu kandung korban curiga dengan perubahan sifat anaknya yang drastis.

Kisah lain yang membuat dada sesak, mencuat dari Kalimantan Barat. Seorang siswi SMP berinisial AT (16) ditemukan tewas di dalam parit di Kecamatan Tayan Halu. AT yang mati di usia begitu muda ini, setelah ditemukan oleh warga karena bau busuk menyengat di sebuah parit. Serta akhirnya dilakukan penyelidikan oleh kepolisian, ternyata disebabkan perbuatan ayah tirinya sendiri.

AT dibunuh setelah ayah tirinya yang berinisial RW melakukan rudapaksa kepada anaknya itu.