Menristekdikti Minta Kampus Buat Model Perkuliahan Daring Berbasis Artificial Intelligence

MALANGTIMES - Lingkungan masyarakat saat ini sudah sangat dekat dengan pemanfaatan teknologi seperti e-banking, e-payment, e-commerce, taksi online, dan lain-lain.

Untuk itu, pembelajaran bagi civitas akademika hendaknya juga mengikuti perkembangan ini.

Pembelajaran di kampus juga harus memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mempermudah sistem pembelajaran, tanpa mengurangi mutu pendidikan itu sendiri.

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi mencermati bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi perlu dikuasai kalangan civitas akademika.

Di era Revolusi Industri 4.0, metode perkuliahan di perguruan tinggi Indonesia harus lebih inovatif, salah satunya dengan penggunaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Penggunaan AI ini dirasa perlu sebab lebih interaktif. Hal ini dinyatakan oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Mohamad Nasir, saat berkunjung ke Universitas Negeri Malang (UM) beberapa waktu yang lalu.

"Selama ini yang namanya distant learning yang dilakukan itu rata-rata masih berbasis pada power points, saya rasa tidak cukup karena itu tidak interaktif. Kuliah mahasiswa harusnya seperti kondisi kuliah di kelas, berarti real. Itu bisa dilakukan kalau kita menggunakan yang namanya Artificial Intelligence," bebernya.

Untuk itu, ia mendorong perguruan tinggi untuk menggunakan teknologi ini. Salah satunya yaitu Universitas Negeri Malang (UM).

"Saya mendorong UM bisa memotori untuk membuat 1 model perkuliahan daring berbasis pada Artificial Intelligence," tandasnya.

Dalam menggunakan AI, lanjutnya, basic teorinya harus dikuasai, termasuk mengetahui big data, teknologinya seperti apa, hingga jaringannya.

Nah, UM yang mengambil posisi sebagai The Learning University baginya harus didorong untuk menggunakan AI tersebut.

"Jangan sampai hanya kuliah seperti biasa-biasa. Nggak ada artinya. Harus kita ubah model, harus menghadapi Revolusi Industri 4.0," tegasnya.
 

 

Top