Tersangka MS (dua dari kiri) beserta Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut (PM) Agus Musrichin (tengah) saat menunjukkan barang bukti paket ganja yang diselundupkan melalui jasa ekspedisi. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Tersangka MS (dua dari kiri) beserta Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut (PM) Agus Musrichin (tengah) saat menunjukkan barang bukti paket ganja yang diselundupkan melalui jasa ekspedisi. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kerja keras BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Malang dalam memberantas peredaran narkoba di kalangan pelajar kembali membuahkan hasil. Awal pekan lalu, seorang kurir narkotika jenis ganja berhasil diringkus BNN.

Berdasarkan informasi yang diperoleh MalangTIMES.com, tersangka yang berperan sebagai seorang kurir ganja berskala nasional ini berinisial MS, warga Desa Sonotengah, Kecamatan Pakisaji.

Baca Juga : Aktor Senior Tio Pakusadewo Kembali Ditangkap karena Kasus Narkoba

”Dari tangan tersangka MS ini, kami menyita narkotika jenis ganja seberat 2 kilogram,” kata Kepala BNN Kabupaten Malang Letkol Laut (PM) Agus Musrichin, saat ditemui awak media di sela-sela agenda rilis, Jumat (6/9/2019) siang.

Terungkapnya kasus peredaran narkoba ini bermula dari laporan masyarakat bahwa di wilayah Kabupaten Malang hendak terjadi transaksi pengiriman ganja. Mendapat laporan tersebut, petugas gabungan yang terdiri dari BNN se-Malang Raya (Kota Batu, Kota Malang, Kabupaten Malang) ini langsung dikerahkan ke lapangan guna melakukan penyelidikan.

Hasilnya, dari penelusuran tim gabungan yang berlangsung sejak 31 Agustus ini, petugas BNN Kabupaten Malang mendapatkan informasi bahwa 2 kilogram paket ganja hendak diselundupkan ke wilayah Malang Raya melalui daerah Kabupaten Malang. ”Paketan ganja yang hendak diedarkan di wilayah Malang ini dikirim melalui salah satu jasa ekspedisi yang ada di Kabupaten Malang,” terang Agus.

Tiga hari berselang, tepatnya  Senin (2/9/2019) siang, petugas mendapat informasi bahwa paketan ganja yang hendak diselundupkan telah tiba di kantor jasa pengiriman barang yang ada di wilayah Kabupaten Malang.

Dari penyelidikan petugas, barang haram tersebut diambil oleh seseorang yang kemudian diangkut menggunakan mobil pribadi. Akhirnya setelah melakukan pengintaian selama beberapa jam, sekitar pukul 13.30 WIB mobil yang diduga membawa paketan ganja  melintas di kawasan Jalan Raya Kebonagung, Kecamatan Pakisaji.

Tidak mau sasarannya lolos, petugas gabungan yang diterjunkan ke lapangan langsung menghentikan laju kendaraan tersebut. Semula tersangka MS membantah  dirinya membawa narkoba. Namun setelah digeledah, petugas menemukan dua kilogram ganja kering siap edar dari dalam mobil yang dikemudikan tersangka.

”Guna mengelabuhi petugas, narkoba yang diselundupkan tersebut disembunyikan di dalam celana jeans. Setumpuk celana jeans yang tertata rapi itu diakui oleh jaringan ini sebagai paketan jual beli pakaian online. Petugas jasa ekspedisi yang tidak mengetahui jika di dalam pakaian tersebut ternyata berisi ganja, akhirnya mengirimkan paketan sesuai dengan alamat tujuan,” ungkap Agus.

Lantaran tertangkap tanggan, MS hanya bisa pasrah saat diglandang petuas ke kantor BNN Kabupaten Malang. Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita berbagai barang bukti dari tangan pemuda 20 tahun tersebut. Di antaranya satu unit mobil dan satu unit handphone, yang dijadikan sarana mengantarkan paket kiriman ganja.

”Berdasarkan hasil penyidikan, narkotika jenis ganja kering yang kami sita dari tersangka MS ini didatangkan langsung dari daerah Medan. Sasaran penjualan dari peredaran ganja berskala nasional ini menyasar kalangan pelajar,” sambung Agus.

Baca Juga : Tulis "Bubarkan Negara", 10 Orang Ini Diciduk Polisi

Hingga berita ini ditulis, penyidik masih terus melakukan pendalaman. Diduga kuat jaringan narkotika jenis ganja ini melibatkan banyak pelaku yang sementara ini identitasnya dan keberadaannya masih dalam tahap pengembangan.

”Terhadap tersangka MS kami jerat dengan pasal 111 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman maksimal 20 tahun kurungan penjara,” ujar Agus.

Ditemui di saat bersamaan, tersangka MS mengaku jika dirinya hanya bertugas mengantarkan pAket ganja. Setiap kali mengantarkan kiriman, pihaknya mendapatkan upah senilai Rp 500.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai driver (sopir) online ini mengaku bahwa setelah mengambil paketan melalui jasa pengiriman barang, pihaknya akan diarahkan melalui telephone seluler untuk meletakkan paketan tersebut di suatu tempat yang sudah ditentukan.

Setelah tugasnya selesai, paket itu nantinya akan diambil oleh pelaku lainnya yang bertugas sebagai seorang pengedar. ”Saya hanya bertugas sebagai kurir. Sebelum tertangkap, saya sudah pernah mengirimkan poketan ganja sebanyak dua kali,” pungkasnya.