MALANGTIMES - Para pemimpin Kabupaten Malang secara bergiliran turun ke lokasi Expo Pembangunan Malang Kabupaten 2019. Tak terkecuali Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Didik Budi Muljono, yang beberapa kali terlihat di lokasi expo.

Kedatangan Didik Budi ke lokasi expo pembangunan yang merupakan rangkaian perayaan Hari Jadi Ke-1259 Kabupaten Malang tahun 2019 ini tentunya cukup menyita perhatian pengunjung expo maupun para petugas yang berjaga di setiap stan.

Di hari pertama, Didik Budi beserta istri mengunjungi beberapa stan yang memajang berbagai produk unggulan Kabupaten Malang. Di setiap kesempatan, Didik Budi menyempatkan untuk menyapa sekaligus berdialog dengan para pengunjung di stan. Seperti saat dirinya didapuk oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo untuk berdialog dengan para calon pekerja migran Indonesia (PMI).

Kesempatan tersebut pun jadi ajang dialog menarik antara para calon PMI dengan Didik Budi. Misalnya, Didik Budi menanyakan motivasi sampai rencana para PMI setelah bekerja di luar negeri.

Selain hal tersebut, Didik Budi juga memberikan motivasi dan imbauan-imbauan kepada para calon PMI agar apa yang diharapkannya nanti setelah kerja di luar negeri bisa menyejahterakan keluarga dan mengangkat perekonomiannya.

"Kami sebagai pemimpin Kabupaten Malang mengimbau, pintar-pintar menjaga diri dan keuangan hasil kerjanya. Jangan seluruh hasil kerja dipakai untuk hal yang sifatnya konsumerisme," pesan Didik Budi kepada para calon PMI.

Dirinya juga mengatakan,  Pemkab Malang tentunya tidak memiliki hak melarang warganya untuk menjadi PMI. Kewajiban Pemkab Malang adalah memastikan berbagai persyaratan warganya yang berniat menjadi PMI tidak terjebak di jalur ilegal sekaligus memberikan bimbingan atau pelatihan melalui berbagai instansi vertikal yang ada di Kabupaten Malang, sesuai yang dipersyaratkan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

"Jadi, kami tidak bisa melarang warga untuk tidak jadi PMI. Walaupun kita terus berupaya untuk menciptakan berbagai lapangan pekerjaan di Kabupaten Malang melalui berbagai kegiatan dan pembangunan saat ini," ujar Didik Budi.

Seperti diketahui, antusiasme warga Kabupaten Malang yang merupakan lumbung PMI di Jawa Timur (Jatim) maupun nasional masih terbilang tinggi. Dari data di Disnaker, tahun 2016 jumlah PMI mencapai 2.496 jiwa. Meningkat sekitar 26,76 persen dibanding tahun 2015. Tahun 2017, jumlah TKI dari Januari-Juni kembali meningkat menjadi 3.168 jiwa. Sedangkan tahun 2018 mencapai 3.323 jiwa.

Cukup tingginya PMI Kabupaten Malang inilah yang menjadi salah satu perhatian Pemkab Malang. Sebab, berbagai persoalan dimungkinkan terjadi saat mereka berada di luar negeri.

"Karena itu, kami dorong seluruh OPD terkait dan instansi vertikal di Kabupaten Malang untuk bersama-sama memastikan perlindungannya. Itu karena kita peduli dengan warga Kabupaten Malang," tegas Didik Budi.

Sekda Kabupaten Malang ini juga meminta agar seluruh tahapan yang sesuai regulasi terkait PMI bisa diikuti dan dilalui para calon PMI. Sehingga, saat bekerja di luar negeri, tidak ada lagi persoalan yang menyangkut status atau keabsahan para PMI.

"Ikuti dan patuh  aturan, Insya Allah apa yang diharapkan menjadi PMI bisa diwujudkan. Bila butuh informasi dan bantuan, bisa hubungi dinas-dinas terkait," ucap Didik Budi.

Dia juga meminta bantuan para PMI setelah berada di berbagai negara untuk ikut serta menjadi para duta Kabupaten Malang. "Jadi juga duta kami. Siarkan berbagai potensi yang ada kepada mereka. Dan tentunya jaga nama baik Kabupaten Malang serta tetap tawakal. Tampilkan kesantunan dan kerja keras kalian di sana," pungkasnya.