Wali Kota Malang Sutiaji (berkopiah) bersama rombongan saat meninjau stan Dinkes Kota Malang di Roadshow Bus KPK 2019. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (berkopiah) bersama rombongan saat meninjau stan Dinkes Kota Malang di Roadshow Bus KPK 2019. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Momen kehadiran Roadshow Bus KPK 2019 di Kota Malang dimanfaatkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Ya, kali ini beragam informasi dan inovasi kesehatan nangkring di samping halaman Balai Kota Malang, Jumat (6/9).

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kota Malang Linda Desriwati mengatakan, banyak informasi dan inovasi yang ditampilkan dalam momen Roadshow Bus KPK 2019, khususnya untuk pelayanan publik. "Seperti perizinan di Dinkes dan tenaga kesehatan, kemudian obat-obat farmasi, dan inovasi-inovasi puskesmas di Kota Malang kami tampilkan di sini," ujar dia.


Beberapa inovasi yang ditampilkan yakni adanya pelayanan Brexit (Braile E Ticket And Extraordinary Acces for Visual Disabellities) dari Puskesmas Janti, Pohon Laboratorium dari Puskesmas Dinoyo, ular tangga stunting, dan masih banyak lainnya.

"Seperti melalui ular tangga ini ya. Jadi, informasi kesehatan dapat dengan mudah diketahui dan nantinya masyarakat akan semakin tahu dan mau mengikuti saran apa saja mengenai kesehatan," imbuhnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan melayani konsultasi kesehatan, baik dari gizi hingga untuk kesehatan haji. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan beragam informasi kesehatan yang tepat.


Melalui event tersebut, Dinkes Kota Malang ingin memberikan edukasi kepada masyarakat untuk menjaga kesehatannya secara promorif dan preventif. Bukan menunggu sakit baru berobat. Masyarakat diharapkan mampu mencegah dengan memakan makanan sesuai Isi Piringku. Yaitu dengan komposisi 1/3 makanan pokok, 1/3 sayur-sayuran, 1/6 buah-buahan, dan 1/6 lainnya mengandung protein hewani dan nabati. Kemudian dengan melakukan aktivitas fisik, hingga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

"Karena pencegahan itu lebih bagus dibandingkan pengobatan. Kalau sudah sakit, misalnya, baru mendatangi pelayanan kesehatan. Nanti kalau parah, semisal DB, kan juga malah mengeluarkan biaya yang mahal. Makanya kami imbau untuk ikut Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) juga," pungkas Linda.