Sanusi Plt Bupati Malang memborong produk KWT Anggrek Pagelaran di stand DKP berupa Ciplukan (Nana)
Sanusi Plt Bupati Malang memborong produk KWT Anggrek Pagelaran di stand DKP berupa Ciplukan (Nana)

MALANGTIMES - Plt Bupati Malang Sanusi bersama rombongan meninjau langsung aktivitas expo pembangunan dalam rangka merayakan hari jadi Kabupaten Malang ke-1259.

Kunjungan Sanusi tersebut dalam rangka memberikan support kepada seluruh stand, khususnya UKM yang menjajakan berbagai macam produk unggulannya di expo. Sekaligus menyapa masyarakat yang antusias memadati berbagai stand pelayanan organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Malang.

Satu persatu stand dikunjungi, sampai akhirnya tiba di stand Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang yang menampilkan berbagai macam produk pertanian organik kelompok petani. Salah satunya adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Anggrek Dusun Sipring, Desa Pagelaran, Kecamatan Pagelaran.

Sanusi pun cukup lama di stand DKP serta mencoba mencicipi salah satu produk KWT Anggrek yang berasal dari buah ciplukan atau Physalis Angulata L. Tanaman yang habitatnya di iklim tropis serta tumbuh di semak-semak, tepi jalan, kebun, hingga hutan. Buahnya berwarna hijau kekuningan dengan bentuk oval sebesar biji kelereng besar.

"Ini salah satu produk organik kami di Pagelaran, pak. Buah Ciplukan yang dulunya tumbuh liar dan dianggap gulma serta tidak dianggap bernilai ekonomis. Tapi sebenarnya berkhasiat untuk berbagai macam penyakit," kata Rinik Wahyuni Ketua KWT Anggrek kepada Sanusi yang terlihat penasaran dan akhirnya mencoba untuk memakannya.

Sanusi pun kepincut setelah mencoba beberapa biji Ciplukan serta mendengarkan penjelasan Rinik terkait khasiat buah dengan banyak nama ini. Morel Berry (Inggris), Ceplukan (Jawa), Cecendet (Sunda), Yor-yoran (Madura), Lapinonat (Seram), Angket, Kepok-Kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak), dan Leletokan (Minahasa).

Akhirnya, Sanusi pun bertanya harga satu cup plastik buah Ciplukan tersebut yang dijawab Rinik, "Rp 15 ribu pak per bungkusnya,". 

Buah Ciplukan yang ternyata memiliki nilai ekonomis dan berkhasiat untuk berbagai macam penyakit (Ist)

Sanusi pun akhirnya memborong seluruh buah Ciplukan yang ada di stand DKP tersebut serta membagikannya kepada rombongan dan warga yang kebetulan berada di lokasi.

"Dah ambil semua, ayo ambil ini produk lokal menyehatkan," ucap Sanusi sambil membayar harga seluruh buah Ciplukan tersebut.
Rombongan Plt Bupati Malang ini pun satu persatu beserta warga mengambil dan mencicipi buah Ciplukan.
Seperti diketahui, Ciplukan yang dulunya dianggap sebagai gulma telah menunjukkan khasiatnya sejak zaman pengobatan tradisional untuk mengatasi malaria, asma, hepatitis, dermatitis, rematik, demam, flu, dan penyakit lain.

Bukan hanya buahnya saja yang berkhasiat, akar tumbuhan Ciplukan dari berbagai sumber juga bisa dijadikan anti-inflamasi hingga meningkatkan sistem imun. Sementara itu, daun Ciplukan mampu mengobati vertigo, menurunkan tekanan darah, sampai mengatasi masalah jantung. 

Batangnya menyimpan kandungan antineoplastik, yaitu mencegah pertumbuhan dan penyebaran sel-sel kanker. Berbagai khasiat dari tumbuhan lokal inilah yang membuat DKP Kabupaten Malang, mengenalkannya secara luas dalam expo pembangunan.

"Kita tidak tampilkan hal-hal yang besar dengan harga mahal. Tapi menampilkan produk yang tumbuh subur sebenarnya di lingkungan kita dan dianggap tidak memiliki nilai ekonomi oleh masyarakat luas," ucap Nasri Abdul Wahid Kepala DKP Kabupaten Malang.

Ciplukan olahan dari KWT Anggrek Pagelaran inilah yang jadi salah satu produk yang ditampilkan. "Terlihat sederhana tapi memiliki khasiat besar dalam meningkatkan kesehatan. Harganya juga terjangkau. Kita juga tampilkan produk sayuran dan buah organik milik kelompok tani yang ada di Kabupaten Malang," pungkas Nasri.