Tersangka beserta barang bukti berupa mobil yang digelapkan saat diamankan polisi (Foto : Polsek Bululawang for MalangTIMES)
Tersangka beserta barang bukti berupa mobil yang digelapkan saat diamankan polisi (Foto : Polsek Bululawang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Air susu dibalas dengan air tuba. Pribahasa ini sepertinya pantas untuk menggambarkan kejadian yang dialami Philipus Ture warga Desa Wandanpuro, Kecamatan Bululawang.

Bagaimana tidak, meski sudah membantu seorang temannya agar tidak menjadi pengangguran. Pria 47 tahun ini justru jadi korban penipuan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh MalangTIMES.com, seorang teman yang tega melakukan penipuan terhadap korban ini, diketahui bernama Helginardus Lado warga Perum Grand Safira, Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji.

”Tersangka Helginardus ini kami amankan lantaran terbukti melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Sedangkan barang bukti barang yang digelapkan dalam kasus penipuan tersebut adalah satu unit mobil milik korban,” kata Kapolsek Bululawang Kompol Fatkhur Rohman, Kamis (5/9/2019).

Saat melaporkan kasus yang dialaminya ke Polsek Bululawang, Philipus Ture mengaku jika mobil Cayla nopol AG-1088-DU miliknya, telah digadaikan oleh tersangka pada pertengahan tahun 2019 lalu.

”Berdasarkan pengakuan korban, mobil miliknya tersebut dipinjamkan kepada tersangka karena kasihan melihat temannya yang sama-sama berasal dari Flores itu tidak memiliki pekerjaan tetap. Mobil yang dipinjamkan tersebut diketahui digunakan oleh tersangka untuk menjadi driver (sopir) online,” terang Fatkhur.

Penghasilan dari menjadi driver online tersebut, lanjut Fatkhur, diketahui disetorkan kepada korban yang kemudian akan dibagikan beberapa persennya kepada tersangka selama menjadi driver online.

Semula semua berjalan sebagaimana mestinya.

Namun saat memasuki pertengahan tahun 2019, setoran yang diberikan tersangka mulai mengalami kendala. 

Puncaknya pada bulan Juli lalu, pelaku diketahui sudah tidak menyerahkan uang setoran dari pendatan menjadi sopir online kepada korban.

Merasa curiga, Philipus Ture diam-diam mencoba mencari tahu penyebabnya. 

Hingga akhirnya, pria yang nyaris berusia kepala lima itu mendapat informasi jika mobil miliknya telah digadaikan oleh tersangka.

Belakangan diketahui, mobil tersebut digadaikan kepada seseorang yang tinggal di wilayah Kota Malang senilai Rp 30 juta. 

Mengetahui hal ini, korban yang diketahui bekerja sebagai seorang PNS di UPTD Pasar Bululawang ini, meminta kejelasan akan nasib mobil miliknya.

Namun setiap ditanyakan akan hal tersebut, pelaku selalu berkelit dan hanya menjanjikan janji manis tanpa memberikan kepastian. 

Hingga akhirnya, korban yang merasa dirugikan memilih untuk melaporkan kasus yang dialaminya ke pihak kepolisian, Senin (2/9/2019).

Mendapat laporan, beberapa anggota Unit Reskrim Polsek Bululawang akhirnya dikerahkan untuk melakukan penyelidikan. 

Seolah sadar jika dirinya jadi incaran polisi, tersangka diketahui sempat kabur dari rumahnya yang berlokasi di wilayah Kecamatan Pakisaji.

Berselang tiga hari kemudian, tepatnya pada hari Kamis (5/9/2019) dini hari polisi yang mendapat informasi akan kepulangan tersangka, langsung meringkus Helginardus Lado saat yang bersangkutan pulang ke rumah kontrakannya yang beralamat di Perum Grand Safira.

Dengan tanpa perlawanan, pria 42 tahun itu hanya bisa pasrah saat diglandang petugas ke kantor Mapolsek Bululawang. 

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita satu unit mobil milik korban yang telah digadaikan tersangka sebagai barang bukti tindak pidana penggelapan.

Di hadapan penyidik, Helginardus Lado mengaku terpaksa menggelapkan mobil milik temannya tersebut, lantaran kepepet kebutuhan hidup.

Belakangan diketahui, uang dari menggadaikan mobil itu digunakan pelaku untuk membayar hutang.

”Terhadap tersangka saat ini sudah kami lakukan penahanan, hingga kini anggota masih terus melakukan penyidikan terhadap kasus penipuan dan penggelapan mobil tersebut,” tutup perwira polisi dengan pangkat satu melati di bahu ini.