Tambah 23 Ribu Tabung Per Hari, Kelangkaan Elpiji Melon Akibat Peningkatan Konsumsi Akhir Pekan

Sep 05, 2019 19:05
ilustrasi (seputarkalbar.com)
ilustrasi (seputarkalbar.com)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang langsung merespons keresahan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas LPG bersubsidi kemasan 3 kilogram atau elpiji melon. 

Kelangkaan gas bertabung hijau itu ditengarai akibat peningkatan konsumsi di akhir pekan.

Baca Juga : Dihantam Covid-19, Pelaku Pariwisata: Krisis 98 Nggak Ada Apa-Apanya

Asisten 2 Bidang Perekonomian Setda Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi mengungkapkan, ada beberapa poin hasil koordinasi cepat Pemkot Malang dengan Pertamina. 

"Menyikapi sejumlah laporan warga terkait kendala ketersediaan LPG 3 kilogram bersubsidi di beberapa wilayah di Kota Malang, kami langsung melakukan koordinasi dengan Pertamina," sebutnya.

Pertama, tidak ada pengurangan pasokan harian gas melon bersubsidi dari Depo Pertamina, jumlah tetap kurang lebih 38 ribu tabung per hari.

"Solusinya, pada periode 3-7 September 2019, Pertamina telah menyiapkan tambahan hingga 23 ribu tabung untuk merespon situasi ketersediaan LPG di lapangan yang terdampak peningkatan sesaat di akhir pekan," urainya.

Pemkot Malang juga mengimbau warga untuk tetap tenang. 

"Kami harap warga tidak melakukan panic buying atau penimbunan stok akibat isu kelangkaan agar tidak dimanfaatkan spekulan yang tidak bertanggung jawab," tegasnya. 

Diah menyatakan, Pemkot Malang secara aktif berkoordinasi dengan Pertamina Malang untuk memantau kondisi, menemukan dan mengenali akar masalah, serta merespons situasi dengan proporsional. 

Baca Juga : 5,6 Juta Warga Bisa Dapat Rp 3,5 Juta dari Kartu Pra Kerja, Begini Caranya

"Informasi valid terkait kelangkaan dapat disampaikan ke Pertamina dan atau melalui saluran informasi publik resmi Pemkot Malang," urainya.

Selain itu, dia juga ingin kembali mengingatkan masyarakat bahwa LPG 3 kg bersubsidi adalah untuk masyarakat miskin dan usaha mikro yang memenuhi ketentuan. 

"Kesadaran kita semua akan membantu meningkatkan ketepatan sasaran subsidi ini," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa hari terakhir masyarakat Kota Malang sempat diresahkan dengan kelangkaan tabung gas elpiji melon. 

Selain kesulitan mendapatkan barang, terjadi pula kenaikan harga hingga mencapai Rp 20-22 ribu per tabung. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com. Mari bergabung di Grup Telegram , caranya klik link Telegram JatimTIMES, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Topik
MalangBerita Malangsulitnya gas elpiji di Kota MalangPertamina MalangDepo Pertamina

Berita Lainnya

Berita

Terbaru