Asyiknya para pelajar mewarnai payung kertas dalam lomba yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang di expo pembangunan (dd Nana)
Asyiknya para pelajar mewarnai payung kertas dalam lomba yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang di expo pembangunan (dd Nana)

MALANGTIMES - Dinas Pendidikan Kabupaten Malang benar-benar memanfaatkan kesempatan di ajang expo pembangunan yang digelar selama 5 hari, dari tanggal 4-8 September 2019.

Dimana, selain menyediakan stand untuk mengenalkan berbagai program pendidikan, juga menggelar berbagai lomba yang tentunya difokuskan pada pengembangan minat dan bakat para pelajar di bawah kewenangannya.

Baca Juga : Belajar dari Rumah Lewat TVRI Mulai Hari Ini, Intip Jadwalnya Yuk!

Ratusan pelajar dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pelajar sekolah menengah pertama (SMP) secara bersama-sama didampingi para gurunya, asyik diajak berkreasi dalam lomba melukis dan mewarnai.

Lomba lukis dan mewarnai yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang dilaksanakan tanggal 4-5 September 2019. Dimana objek yang disiapkan panitia bertalian erat dengan berbagai program di Kabupaten Malang. Seperti tema stunting dalam lomba lukis poster yang diikuti 130 pelajar dari tingkat SMP dan SMA. 

Sampai dengan lomba mewarnai topeng untuk para pelajar PAUD dengan jumlah peserta sebanyak 200 orang. Tak ketinggalan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang juga menggelar lomba melukis payung kertas yang diperuntukkan untuk pelajar SMP.

Berbagai lomba tersebut selain untuk memeriahkan expo pembangunan juga dalam upaya terus meningkatkan keterampilan para pelajar dalam minat dan bakat di bidang non akademik.

"Ini merupakan upaya kita untuk memanfaatkan berbagai momen dengan cara melibatkan para pelajar di dalamnya. Dimana, salah satu tujuan kita adalah memberikan ruang dan kesempatan seluasnya kepada para pelajar kita untuk berekspresi," kata Puji Hariwati Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Kamis (05/09/2019).

Momen itu pun dipergunakan sebaiknya oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Dimana, para pelajar begitu antusias juga mengikuti perlombaan mewarnai dan melukis yang digelar.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Puji Herawati ikut bergembira dalam mewarnai payung kertas (dd Nana)

"Sangat antusias dan inilah yang memang kita harapkan. Dimana secara tidak langsung mereka terlibat secara emosional dalam sebuah proses pembelajaran dengan gembira," ujar Puji.

Konsep lomba yang digelar Dinas Pendidikan juga cukup menarik dan memiliki nilai filosofis yang bisa jadi pengetahuan bagi para pelajar ke depannya.

Festival Mewarnai Topeng Malangan Gunung Sari, misalnya, dipilih dalam rangka mengenalkan kepada para pelajar PAUD terkait sosok atau karakter yang tepat. Dimana selain sebagai bagian dari warisan budaya Kabupaten Malang, topeng Malangan gunung sari yang memiliki karakter kesabaran serta kejujuran, bisa jadi contoh bagi para pelajar. 

Baca Juga : Cegah Covid 19 Pada Lansia dan Anak-Anak, Pemkot Batu Akan Beri Tambahan Nutrisi

"Harapan kami dengan kegiatan festival ini, anak-anak menjadi generasi penerus bangsa dan kenal kebudayaan di wilayah masing-masing. Sekaligus mengangkat destinasi wisata topeng Malang, dan menjadikan anak cinta budaya dan tanah air," ujar Sri Nurani, Ketua PKG PAUD Gemilang Kepanjen.

Sri juga menambahkan, bahwa kegiatan-kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, sangatlah diperlukan dalam konteks menumbuhkan kreativitas anak. "Sekaligus mengasah minat dan bakat dan tentunya pengenalan sejak dini atas berbagai warisan budaya asli kita kepada anak-anak," ujarnya.

Begitu pula dengan lomba poster bertema stunting bagibpara pelajar SMP yang juga secara tidak langsung mengenalkan sebuah isu nasional yang sedang terjadi saat ini. Dimana, para pelajar diperkenalkan terkait persoalan stunting dengan cara yang sesuai dengan usia mereka.

Melukis payung kertas pun diisi dengan nilai filosofis bagi para pelajar. Serta menumbuhkan rasa kecintaan atas produk budaya di Kabupaten Malang. Dimana, melukis payung kertas juga membutuhkan ketelatenan dan ketelitian yang bisa mengajarkan sikap sabar dan pantang menyerah kepada para pelajar.

"Seluruh lomba yang kita gelar diproyeksikan ke pembangunan karakter pelajar sebagai bagian dari program besar pendidikan Indonesia. Alhamdulillah para pelajar begitu senang dan antusias dalam lomba," pungkas Puji.