Potingan thread siswa SMK di Kota Malang tak punya tempat tinggal (source: twitter @vionitnot)
Potingan thread siswa SMK di Kota Malang tak punya tempat tinggal (source: twitter @vionitnot)

MALANGTIMES - Miris, seorang siswa di salah satu SMK di Kota Malang ini tidak memiliki tempat tinggal. Kabar tersebut dibagikan oleh salah seorang yang menjabat sebagai salah satu guru di akun twitternya @vionitnot.

Ia mulai menceritakan bagaimana pengalaman yang dialaminya sebagai salah satu guru SMK. Di mana, kemarin (Rabu, 4/9) ia mulai membagikan cerita tersebut dalam sebuah utas (thread).

Ia mengaku kaget saat mengetahui salah satu siswa di SMK yang dia ajar ternyata tidak memiliki tempat tinggal. Sebelumnya, ia mengetahui cerita tersebut dari grup whatsapp, dimana keadaan si siswa yang disebut B ini tengah mencari tumpangan untuk tidur. Salah satu teman sekelasnya juga sempat menolongnya untuk menginap sejak beberapa minggu yang lalu.

 

 

Selanjutnya, di kala pelajaran yang ia ajarkan berakhir sang guru ini memanggil siswa tersebut untuk diinterogasi. Kenapa B tidak pulang ke rumahnya. Ternyata, murid tersebut menyatakan jika dirinya tidak punya tempat tinggal.

"Kamu ada apa nggak pulang ke rumah?, dijawabnya Nggak punya tempat tinggal bu," ungkapnya dalam potongan thread itu.

Dengan perlahan, sang guru ini mulai menggali informasi. Dan didapati, jika sang anak sudah tinggal sendiri sejak bulan Juli 2019 lalu, orang tuanya ke Lamongan. Orang tuanya, dikabarkan tengah terlilit hutang.

"Orangtuanya udah gak balik Malang karena terlilit hutang piutang, kebetulan ayahnya ini seorang distributor dan bangkrut. Ibunya ikut minggat. Sementara anaknya cuma satu si B ini, ditinggal di rumah kontrakan daerah Blimbing. Taunta Agustus 2019 rumah kontrakan udah jatuh tempo," lanjutnya.

Dalam cerita itu dikatakan, jika si B sempat menginap di rumah salah satu kawannya. Namun, nasibnya apes lantaran pemilik rumah tidak tahan dengan adanya gunjingan tetangga yang membicarakan keluarga si B. Sehingga si B tidak ditampung lagi.

Si B juga tidak memiliki biaya untuk hidup, untuk kebutuhan makannya sehari-hari ia mengandalkan dari teman-teman sekolahnya yang mengiriminya nasi bungkus. Ia menyadari, sebagai guru pihaknya merasa kecolongan dan baru mengetahui hal ini.

Vionitnot melanjutkan, jika sekolah memberi solusi sementara untuk membolehkan si B tinggal di area sekolah. Namun, tidak bisa untuk selamanya.

Dalam akunnya tersebut, ia meminta warganet untuk diberikan informasi setidaknya dalam hal memberikan tampungan bagi sang murid tersebut. Sehingga si B bisa hidup lebih baik. Ia juga menyampaikan murid ini sekolah si SMK tempatnya dengan beasiswa penuh hingga lulus.

Sementara, hingga berita ini ditulis MalangTIMES belum bisa mengkonfirmasi dimana lokasi sekolah pasti dari siswa tersebut. Cerita ini juga telah mendapat beragam komentar, bahkan ada beberapa warganet yang siap menampung anak tersebut.