Jenasah Mursidi korban yang ditemukan tewas di aliran sungai losari saat hendak diserahkan ke pihak keluarga usai menjalani visum di RSSA Kota Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Jenasah Mursidi korban yang ditemukan tewas di aliran sungai losari saat hendak diserahkan ke pihak keluarga usai menjalani visum di RSSA Kota Malang (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Teka-teki penyebab kematian pria yang ditemukan mengambang di saluran air sungai wilayah Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari akhirnya terkuak. Berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan pihak kepolisian, sesaat sebelum ditemukan meninggal dunia, diduga kuat riwayat penyakit yang dimiliki korban kambuh.

”Dari hasil keterangan beberapa saksi serta pihak keluarga, semasa hidupnya korban memang memiliki riwayat penyakit stroke. Diduga kuat saat berakrifitas di lokasi kejadian, penyakit yang diderita korban kambuh dan menyebabkan dirinya terjatuh kedalam sungai,” kata Kanit Reskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono.

Seperti yang sudah diberitakan, Rabu (4/9/2019) pagi warga setempat yang tinggal di kawasan aliran sungai yang ada di Kelurahan Losari, Kecamatan Singosari dibuat gempar.

Kehebohan warga tersebut dikarenakan adanya seonggok mayat berjenis kelamin laki-laki, yang ditemukan mengambang di permukaan air sungai.

Saat pertama kali ditemukan, jenazah pria yang diketahui bernama Mursidi warga Dusun Krajan Timur, Desa Turirejo, Kecamatan Lawang ini. Ditemukan dalam kondisi tengkurap, dan sekujur tubuhnya sudah membusuk.

Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, serta PMI Kabupaten Malang yang mendapat laporan akan penemuan mayat, langsung diterjunkan ke lokasi kejadian. Dengan dibantu warga, mayat pria 54 tahun itu akhirnya dievakuasi ke kamar mayat RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang, guna kepentingan penyidikan.

”Dari hasil visum yang dilakukan tim medis, petugas tidak menemukan adanya luka bekas penganiayaan di tubuh korban,” terang Supriyono kepada MalangTIMES.com.

Penyebab kematian korban yang disebabkan karena penyakit stroke yang dideritanya kambuh, juga dikuatkan dengan hasil penyidikan polisi. Dimana dari hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) serta keterangan beberapa saksi yang dihimpun petugas. Korban sempat terlihat sedang beraktifitas disekitar lokasi kejadian.

Perlu diketahui, semasa hidupnya pria yang berusia lebih dari kepala lima ini, sehari-hari memang bekerja sebagai seorang pencari barang bekas (pemulung). Saat mengais barang rongsokan di sekitar lokasi kejadian itulah, diduga penyakit yang diderita Mursidi kabuh.

Akibatnya nyawa korban tak terselamatkan, sesaat setelah terpeleset yang kemudian menyebabkan dirinya terjatuh ke aliran sungai Losari, yang memiliki ukuran sekitar 8 X 10 meter dan kedalaman mencapai 5 meter tersebut. ”Pihak keluarga menolak jika jenazah korban diautopsi serta bersedia membuat surat pernyataan yang mengganggap kematian korban murni karena musibah,” tutup Supriyono.