Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto (2 dari kiri) saat bertandang ke stand expo (Nana)
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Suhanto (2 dari kiri) saat bertandang ke stand expo (Nana)

MALANGTIMES - Pasar daerah di berbagai wilayah Indonesia menjadi sasaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI dalam lima tahun belakangan ini. Target 5 ribu pasar daerah yang merupakan instruksi presiden Joko Widodo (Jokowi) agar terbangun di berbagai daerah telah direalisasikan oleh Kemendag RI.

Terbanyak yang menjadi target atau sasaran program pembangunan dari instruksi Jokowi adalah Kabupaten Malang yang memiliki sekitar 33 unit pasar daerah. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI, Suhanto yang mewakili Mendag RI di acara pembukaan expo pembangunan 2019 di Kabupaten Malang.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

"Dari instruksi pak Presiden kepada kita, yaitu membangun pasar daerah sebanyak 5 ribu unit, terbanyak adalah di Kabupaten Malang ini yang terbangun," kata Suhanto, Rabu (04/09/2019) kepada MalangTIMES.com.

Fokus pembangunan pasar daerah di berbagai daerah, khususnya di Kabupaten Malang, sebagai upaya untuk menggerakkan perekonomian kerakyatan di tengah persaingan usaha yang semakin ketat dan kompetitif. Masyarakat pun semakin selektif dalam bertransaksi atau membeli berbagai produk kebutuhan sehari-harinya. 

Sedangkan kondisi pasar daerah, kebanyakan masih dalam kondisi yang cukup memprihatinkan. Kondisi bangunan yang tidak representatif, kumuh, kotor, serta penataan parkir yang semrawut dan membuat tidak nyaman masyarakat. Menjadi faktor yang menyebabkan pasar daerah semakin ditinggal masyarakat yang akhirnya lari ke berbagai ritel modern maupun supermarket atau swalayan.

Hal ini pula yang membuat Jokowi menginstruksikan adanya pembangunan bagi pasar daerah atau tradisional. Agar perekonomian rakyat terus bebrgerak dan menopang perekonomian makro nasional.

Didik Budi Muljono Sekda Kabupaten Malang, berharap pasar daerah menjadi pilihan utama masyarakat (Nana)

Suhanto menyampaikan, pasar daerah yang telah terbangun di Kabupaten Malang diharapkan mampu menjadi penopang perekonomian masyarakat. "Untuk itulah maka diperlukan terus pembangunan pasar daerah yang representatif. Sehingga masyarakat akan kembali belanja di berbagai pasar," ujarnya.

Dia lantas menyebutkan beberapa pasar daerah yang telah dibangun melalui anggaran pusat. Antara lain, Pasar Dampit, Ngantang, Watesbelung, Tajinan, Ngebruk, Pakisaji, Cungkal, Singosari, Krebet, dan beberapa pasar daerah lainnya telah terbangun melalui anggaran pusat melalui Kemendag RI.

Terpisah, Didik Budi Muljono Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, menyatakan, bahwa bantuan anggaran untuk pembangunan atau revitalisasi pasar daerah di wilayahnya dari pemerintah pusat memang terbilang besar setiap tahunnya. Dimana anggaran tersebut dipergunakan untuk revitalisasi dan pemeliharaan pasar daerah yang ada. 

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

Dalam mewujudkan pasar yang representatif sekaligus pasar sehat sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor  519/MENKES/SK/VI/2008 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat. "Dari anggaran pusat itu, di awal tahun 2018 lalu sudah sekitar 75 persen dari 33 pasar daerah sudah sesuai dengan peraturan yang ada. Dimana rata-rata pasar daerah kita sudah masuk sebagai pasar sehat," ucap Didik.

Di tahun 2019 ini pun, pihaknya mendapatkan bantuan dari Kemendag RI untuk proses pembangunan pasar sayur di wilayah Bantur. Seperti yang juga disampaikan oleh Suhanto. "Semua itu dalam mewujudkan pasar daerah sebagai tujuan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Walau banyak pasar modern lainnya, tapi diharapkan dengan pasar yang representatif dan sehat tidak kalah dengan mereka nantinya," ujar Didik.

Didik juga menyampaikan, data di tahun 2016 lalu dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Kondisi dari 33 pasar desa yang ada waktu itu dinyatakan belum layak, baik secara fisik bangunan maupun penataan zona atau wilayah jenis barang yang diperdagangkan.

Hal itu pula yang membuat Pemkab Malang setiap tahun melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Kemendag RI dalam upaya proses pembangunan pasar daerah di Kabupaten Malang.

"Alhamdulillah setiap tahun ada kucuran anggaran untuk pasar daerah dari pusat. Semoga ini akan bisa mewujudkan pasar sehat dan representatif. Pasalnya, perputaran uang di pasar pun cukup membantu pendapatan asli daerah (PAD) juga. Selain tentunya mampu menggerakkan perekonomian warga," pungkas Didik.