Fendi Siskanto tersangka kasus pencurian di lokasi keramaian saat diamankan polisi ke kantor Polsek Karangploso (Foto : Polsek Karangploso for MalangTIMES)
Fendi Siskanto tersangka kasus pencurian di lokasi keramaian saat diamankan polisi ke kantor Polsek Karangploso (Foto : Polsek Karangploso for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Saat memasuki hari kemerdekaan Republik Indonesia yang disusul dengan tahun baru islam, membuat masyarakat biasanya memperingatinya dengan serangkaian acara hiburan rakyat. Namun, acara yang menyedot banyak animo masyarakat ini, ternyata dimanfaatkan sebagian oknum untuk melancarkan aksi kejahatan.

Seperti yang terjadi pada Minggu (1/9/2019) siang. Seorang residivis kasus pencurian diamankan polisi sesaat setelah melancarkan aksinya di karnaval Pesona Budaya yang diselenggarakan di kawasan Desa Gondanglegi Kulon, Kecamatan Gondanglegi.

Tersangkanya adalah Effendi warga Jalan Sumpil, Kelurahan Purwodadi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Ketika sedang asik menikmati hiburan rakyat yang diadakan rutin setiap tahun tersebut, tersangka Effendi beserta seorang temannya kedapatan mencuri sebuah handphone milik seorang warga.

Akibat perbuatannya, pria 47 tahun itu akhirnya dijebloskan kedalam sel Polsek Gondanglegi. Sedangkan seorang pelaku yang berinisial AH, saat ini masih berstatus buron lantaran berhasil kabur usai melancarkan aksi pencurian.

Berselang dua hari kemudian, kasus serupa kembali terulang. Kali ini giliran Fendi Siskanto warga Jalan Kolonel Sugiono, Desa Mergosono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, yang diringkus polisi sesaat setelah melancarkan aksi pencurian, Selasa (3/9/2019) tengah malam.

”Tersangka Fendi diamankan petugas Polsek Karangploso sesaat setelah melancarkan aksi pencurian sebuah handphone milik korban, saat pertunjukan hiburan rakyat berlangsung,” kata Kapolsek Karangploso, AKP Effendi Budi Wibowo, Rabu (4/9/2019).

Diperoleh keterangan, aksi pencurian itu terjadi di lapangan Dusun Leban, Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso. Saat kejadian berlangsung, dilokasi kejadian sedang ramai lantaran ada pertunjukan seni jaran kepang.

Tepatnya sekitar pukul 24.00 WIB, Fendi Siskanto yang tiba di tempat hiburan rakyat tersebut, sempat berkeliling ke sekitar lokasi kejadian guna mencari mangsa. Hingga akhirnya, pelaku memutuskan untuk mengasak handphone milik salah warga yang sedang asik menikmati pertunjukan seni jaran kepang.

Belakangan diketahui, korban pencurian tersebut bernama Dwivitakul Nurhuda warga Dusun Talangrejo, Desa/Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. ”Dari hasil penyidikan, saat terjadi aksi pencurian handphone milik korban diketahui sedang disimpan di saku celana depan sebelah kanan,” sambung Effendi.

Nurhuda yang merasa ada yang merogoh kantong celananya, langsung berupaya menggagalkan aksi pencurian saat pelaku hendak membawa handphone miliknya. Sepontan pria 27 tahun itu langsung berteriak maling, sembari menunjuk ke arah tersangka Fendi yang saat itu sedang berupaya kabur.

Mendengar teriakan tersebut, warga yang juga sedang asik menyaksikan pentas seni jaran kepang langsung berhamburan meringkus pelaku. Beruntung sebelum dimassa oleh warga, polisi yang saat itu sedang melakukan penjagaan langsung bergegas mengamankan pria 30 tahun tersebut.

”Terhadap tersangka sudah kami lakukan penahanan, kasusnya masih dalam tahap penyidikan,” ungkap Effendi saat dikonfirmasi oleh MalangTIMES.com.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih mendalami keterangan beberapa saksi termasuk kesaksian dari korban. Diduga, sebelum diamankan jajaran kepolisian Polsek Karangploso. Tersangka yang saat ini berusia kepala tiga tersebut, sering melancarkan aksi pencurian di beberapa lokasi lainnya.

”Selain mengamankan tersangka, satu unit handphone merk Vivo yang merupakan hasil curian juga kami sita sebagai barang bukti. Akibat perbuatannya, tersangka Fendi kami jerat dengan pasal 362 KUHP tentang pencurian,” tutup perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.