Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keberadaan komite sekolah di Kota Malang yang dipandang sebelah mata di soroti Malang Corruption Watch (MCW) dan Forum Komunikasi Komite Sekolah Malang (FKKM). 

Melalui pertemuan tertutup bersama Wali Kota Malang Sutiaji, hari ini (Rabu, 4/9) mereka menyampaikan permintaan untuk mengembalikan fungsi sekolah demi kemajuan pendidikan di Kota Malang.

Baca Juga : Ini Kebijakan Mendikbud Nadiem soal UN, UAS, hingga PPDB

Setidaknya ada empat permintaan yang diajukan kepada Wali Kota Malang, diantaranya permintaan revitalisasi kepengurusan komite sekolah. Kemudian mengenai penguatan fungsi komite sekolah, masalah pendanaan, hingga sosialisasi mengenai tupoksi (tugas pokok dan fungsi) komite dengan melibatkan Dinas Pendidikan Kota Malang.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan jika permintaan tersebut telah disepakati bersama. Namun, untuk revitalisasi ia menjelaskan masih harus menunggu masa habis ajaran tahun 2019-2020.

"Saya sampaikan insya allah sudah ada sepakat. Revitalisasi komite sekolah menunggu masa habisnya, rata-rata kan tahun ajaran 2019-2020," ujar dia.

Pria yang akrab disapa Aji ini menambahkan, berkaitan dengan optimalisasi eksistensi komite sekolah maka pendanaan juga akan ditambah. "Untuk optimalisasi itu dananya sekarang kan hanya Rp 50 juta, saya juga minta untuk ditambah kedepannya," imbuhnya.

Baca Juga : UN Dibatalkan, Nilai Rapor 5 Semester Terakhir Jadi Opsi Penentu Kelulusan

Tak hanya itu saja, pihaknya dalam waktu dekat juga akan melakukan roadshow ke gugus-gugus sekolah. Di mana nantinya, setiap kepala sekolah dan komite sekolah akan dikumpulkan di masing-masing gugus terkait dengan pembinaan karakter bagi siswa di setiap sekolah di Kota Malang.

"Dalam waktu dekat ini saya akan roadshow, jadi kepala sekolah kita kumpulkan terkait dengan pembinaan karakter. Kalau bisa ketika saya ketemu pembinaan sekolah ya sekalian dengan komite. Karena komite kepanjangan tangan dari wali siswa, dimana pembinaan karakter tak lepas dari peran orang tua itu sendiri," pungkasnya.