Proses wawancara calon laskar perencana Barenlitbang Kota Malang, Selasa (3/9/2019). (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Proses wawancara calon laskar perencana Barenlitbang Kota Malang, Selasa (3/9/2019). (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Laskar Perencana besutan Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang memang menjadi salah satu inovasi yang diyakini mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membangun Kota Malang.

Didapuk sebagai pendamping dalam agenda musrenbang, para calon Laskar Perencana diwajibkan memiliki sederet kriteria khusus. Kriteria itu menjadi syarat yang harus dipenuhi sebelum akhirnya terjun mengabdi kepada masyarakat.

Kasubid Perencanaan Barenlitbang Kota Malang, Yogi Handoyo mengatakan, menjadi Laskar Perencana memang tidak sembarangan. Tentunya harus memenuhi beberapa kriteria yang telah ditetapkan. Paling utama adalah kecakapan dalam pemberdayaan masyarakat. Dengan harapan, Laskar Perencana mampu menggali potensi yang ada di setiap daerah untuk kemudian dapat diusulkan kepada Pemerintah Kota Malang dalam musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

Menurut Yogi, kriteria yang diberikan tak melulu pada kualifikasi pendidikan, melainkan lebih ditekankan pada kemampuan masing-masing calon agar dapat terjun ke masyarakat. Selain itu, nampu menjadi kepanjangan tangan Pemerintah Kota Malang agar usulan yang disampaikan nantinya sinkron atau berbanding lurus dengan peraturan dan produk hukum yang ada.

"Ada banyak kalangan sebenarnya. Tadi, dari total 10 yang saya wawancara, tiga di antaranya dosen," katanya.

Yogi menjelaskan, Laskar Perencana merupakan tenaga fasilitator yang sengaja diambil dari masing-masing kelurahan dan kecamatan. Dengan harapan, berbagai usulan yang diberikan dalam musrenbang 2020 mendatang sesuai dengan potensi yang dimiliki serta tidak terpaku pada keinginan seseorang atau beberapa pihak saja.

"Dan Laskar Perencana yang terpilih nantinya harus aktif dan bisa membawa suasana musrenbang lebih hidup dan tidak didominasi satu sisi. Sehingga, usulan dapat tertampung dengan baik dan program yang dibuat akan tepat sasaran," ujarnya.

Yogi pun optimistis, melalui Laskar Perencana ini, usulan yang diberikan nantinya akan lebih tepat sasaran. Sebab, program Laskar Perencana ini merupakan hasil evaluasi program sebelumnya yang terus disempurnakan. "Dan pastinya nanti akan kami sempurnakan terus melalui tahap evaluasi," ungkapnya.

Sementara berkaitan dengan kapan masa kerja Laskar Perencana yang terpilih nantinya, menurut Yogi, mereka akan bekerja sejak saat masa pra-musrenbang hingga musrenbang. Dipredikasi akan berlangsung sejak Desember hingga Januari.

"Ada beberapa kelurahan yang pra-musrenbang dilakukan Desember, tapi tak banyak. Kebanyakan pra musrenbang dilakukan pada Januari dan berlanjut musrenbang," pungkasnya.

Sebagai informasi, program Laskar Perencana ini dibuat untuk memberi pendampingan pada pelaksanaan Musrenbang 2020 mendatang. Seleksi dilakukan terbuka dan diumumkan melalui kelurahan serta media sosial Barenlitbang Kota Malang. Setelah melalui pendaftaran, Selasa (3/9/2019) dilakukam tahap wawancara kepada peserta dari lima kecamatan yang lolos seleksi administrasi.