Mau Jualan Kayu, Tiga Pria Ini Justru Diringkus Polisi

Sep 02, 2019 21:21
Ketiga tersangka kasus pencurian kayu di kawasan perhutani saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)
Ketiga tersangka kasus pencurian kayu di kawasan perhutani saat diamankan polisi (Foto : Humas Polres Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kasus pencurian kayu di kawasan perhutani yang ada di wilayah Kabupaten Malang, masih marak terjadi. Terbukti, baru-baru ini jajaran kepolisian Satreskrim Polres Malang berhasil meringkus komplotan pencurian kayu. 

Baca Juga : Warga Tangkap Pelaku Pencurian Sepeda Motor di Kota Batu

Ketiga tersangka yang diamankan polisi pada akhir pekan ini, diketahui bernama Gimun (42) warga Desa Pamotan, Kecamatan Dampit. Sedangkan dua orang tersangka lainnya merupakan warga Desa Taman Satrian, Kecamatan Tirtoyudo. Mereka adalah Taseri (60) dan Suyitno (47)​.

”Ketiga tersangka yang tergabung dalam komplotan pencurian kayu di kawasan perhutani ini, kami amankan setelah terbukti melakukan pencurian sebanyak 14 batang kayu jenis sengon,” kata Kanit Idik I Satreskrim Polres Malang, Iptu Ronny Marghas, Senin (2/9/2019).

Diperoleh keterangan, belasan kayu yang dicuri ketiga tersangka ini terjadi di petak 85 A RPH, yang ada di Kecamatan Dampit. Belakangan diketahui, saat melancarkan aksinya ketiga tersangka saling berbagi tugas. Di mana tersangka Taseri berperan sebagai penjual kayu, kemudian Suyitno bertugas sebagai penebang kayu dan Gimun bertugas sebagai supir truk yang mengangkut barang hasil curian tersebut.

”Selain meringkus ketiga tersangka, belasan kayu hasil curian dan satu unit truk nopol DD-9773-XA yang dijadikan sarana untuk mencuri juga kami amankan guna kepentingan penyidikan,” terang Ronny.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

Diperoleh keterangan, usai menebang 14 kayu sengon yang ada di kawasan perhutani tersebut. Tersangka langsung mengangkutnya menggunakan truk. Namun saat melintas di kawasan Jalan Raya Tambak Rejo, Kecamatan Wajak komplotan pencuri ini, dihadang oleh kawanan polisi.

Ketika diperiksa, petugas mendapati 14 kayu yang tidak memiliki surat izin resmi. Lantaran tertangkap tangan, para tersangka akhirnya mengakui jika kayu yang mereka angkut merupakan hasil curian. ”Dari keterangan tersangka, kayu hasil curian itu rencananya bakal dijual kembali ke beberapa pabrik yang ada di wilayah Kabupaten Malang,” Ungkap mantan Kanit Reskrim Polsek Bululawang ini.

Hingga berita ini ditulis, anggota Satreskrim Polres Malang masih terus melakukan pengembangan. Polisi menduga, pelaku yang terlibat kasus pencurian ini lebih dari tiga orang. ”Kasusnya masih dalam tahap penyidikan. Sedangkan terhadap ketiga tersangka kami jerat dengan pasal 82 dan atau 83 Undang-undang nomor 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Ancamannnya adalah kurungan penjara di atas 5 tahun,” tutup Ronny.

Topik
MalangBerita MalangKasus pencurian kayu di Kabupaten MalangPerhutanipelaku pencurian kayu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru