Kepala Disbudpar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni (Dok. MalangTIMES)
Kepala Disbudpar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni (Dok. MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang terus melakukan survei pada sekitar 45 bangunan sebelum ditetapkan menjadi bangunan cagar budaya (CB). Targetnya, November mendatang hasil survei sudah selesai dan dapat diserahkan kepada Wali Kota Malang Sutiaji untuk mendapat Surat Keputusan (SK) Cagar Budaya dari Pemerintah Kota Malang.

Kepala Disbudpar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan, proses survei kepada setiap bangunan dan benda yang diduga cagar budaya terus dilakukan. Dia pun memastikan akan ada 30 hingga 40 bangunan dan benda cagar budaya yang ditetapkan di 2019. Angka itu mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding 2018.

"Tahun ini kami targetkan lebih banyak lagi, sekitar 30 sampai 40 bangunan dan benda yang ditetapkan sebagai cagar budaya," katanya pada wartawan, Senin (2/9/2019).

Terpisah, Kasi Promosi Wisata Disbudpar Kota Malang Agung Harjaya Buana menambahkan, saat ini sudah ada belasan bangunan dan benda yang disurvei. Proses penyusunan narasi dan kajian per objek terus dilakukan. Survei masing-masing objek pun terus menunjukkan progress secara signifikan.

"Kami maraton untuk segera menyelesaikan survei. Saat ini sudah 38 persen objek yang sudah disurvei dari total target yang akan ditetapkan," terang Agung.

Dia pun mencontohkan dua objek yang sudah dan dalam tahap survei. Ke duanya adalah bangunan Hotel Shalimar yang sudah rampung disurvei. Sesangkan TPU Nasrani Sukun masih dalam tahap survei dan terus dikaji oleh volunteer yang turut serta melakukan survei di lapangan.

Sebagai informasi, pada 2018 lalu Disbudpar Kota Malang telah melakukan langkah yang sama dan berhasil menetapkan 31 bangunan cagar budaya melalui SK Wali Kota Malang. Penetapan objek sebagai Cagar Budaya terus dilakukan secara bertahap. Mengingat, saat ini Kota Malang telah memiliki regulasi untuk melindungi objek cagar budaya.

Sementara itu, tahun ini rencananya beberapa bangunan yang akan disurvei diantaranya seperti Hotel Shalimar, rumah dinas Bupati Malang, Guest House Fendis, Gereja GKI Bromo, bangunan Kayutangan, gedung eks TGP SMK Cendika, dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukun.