Armand Maulana beserta punggawa band gigi saat mengisi serangkaian acara Opening Ceremony Plataran Bromo Marathon Xtravaganza 2019 (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Armand Maulana beserta punggawa band gigi saat mengisi serangkaian acara Opening Ceremony Plataran Bromo Marathon Xtravaganza 2019 (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - ”Panas, panas, panas... Badan ini. Pusing, pusing, pusing... Kepala ini,” penggalan lirik lagu nakal yang dipopulerkan oleh band Gigi ini, seolah mampu memecah pekatnya kabut yang membawa suhu dingin di kaki Gunung Bromo yang berlokasi di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (31/8/2019).

Kabupaten Pasuruan memang terbilang cukup niat untuk mengangkat segala potensi yang dimiliki daerahnya, terutama di sektor pariwisata. Terbukti, guna memeriahkan ajang Opening Ceremony Plataran Bromo Marathon Xtravaganza 2019. Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Pasuruan yang juga menggandeng Plataran Bromo resort and venue ini, mengadakan seabrek acara.

Selain menghadirkan band yang digawangi Armand Maulana tersebut, pihak penyelenggara juga mengangkat potensi lokal.  Di antaranya penampilan seni khas penduduk lokal yang tinggal di kawasan gunung bromo. Yaitu, Baleganjur Ngadirejo, Gamelan Etnik Ngadiwono dan Keroncong Grati Pasuruan.

Selain itu, dalam serangkaian acara Opening Ceremony juga diwarnai dengan berbagai ajang perlombaan. Yaitu Bromo Cooking Challenge, Xtravaganza Modification Contest, dan lomba mewarnai bagi anak-anak. ”Terima kasih telah mengundang kami dalam acara Plataran Bromo Marathon Xtravaganza 2019, Gigi merasa bangga bisa turut memeriahkan acara,” kata vokalis Band Gigi, Armand Maulana usai menyanyikan salah satu lagu andalannya yang berjudul Nakal.

Selain menyanyikan lagu berjudul Nakal, band yang digawangi oleh Armand Maulana sebagai vokalis, Dewa Budjana gitaris, Thomas Ramdhan bassist, dan Gusti Hendy (drummer) ini. Juga membawakan sekitar sepuluh lagu, diantaranya lagu yang berjudul 11 Januari, My Facebook, Ya ya ya, dan Angan.

Mulai awal pentas hingga berakhirnya acara, keempat personel band yang berasal dari Bandung ini nampak begitu energik. Bahkan panggung yang memiliki luas sekitar 10 meter persegi itu, hampir semua lini dijajaki oleh personel band yang berdiri pada 22 Maret 1994 tersebut.

”Mari kita doakan bersama, semoga acara Opening Ceremony Plataran Bromo Marathon Xtravaganza 2019 ini bisa terus berlanjut hingga tahun berikutnya. Tambah sukses, acaranya semakin meriah, dan semoga objek wisatanya semakin banyak didatangi oleh pengunjung,” tutup Armand yang kemudian pamit undur diri meninggalkan panggung.