Suroso, tersangka kasus penganiayaan terhadap adik kandungnya hingga meninggal dunia, saat diamankan polisi. (Foto : Polsek Donomulyo for MalangTIMES)
Suroso, tersangka kasus penganiayaan terhadap adik kandungnya hingga meninggal dunia, saat diamankan polisi. (Foto : Polsek Donomulyo for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jajaran kepolisian masih melakukan penyidikan intensif guna mengungkap tragedi pembunuhan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Donomulyo. Salah satu langkah yang bakal diambil penyidik adalah memeriksa kejiwaan tersangka.

Baca Juga : Keluarkan Surat Edaran, Mulai Besok Bupati Malang Minta Warga Tidak Keluar Rumah

Seperti  diberitakan,  Sujianto -warga Dusun Bandung, Desa/Kecamatan Donomulyo- meninggal di RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang, Jumat (30/8/2019) dini hari, lantaran mengalami luka parah di bagian perutnya. Pria 38 tahun yang juga juragan konter handphone itu mengalami luka tusuk di bagian perut sebelah kanan usai dianiaya menggunakan pisau dapur. Tersangkanya adalah kakak kandung korban sendiri, yakni Suroso, warga Dusun Kalipakem, Desa/Kecamatan Donomulyo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, sebelum menghabisi nyawa adik kandungnya, tersangka Suroso sedikit mengalami gangguan kejiwaan. Bahkan pihak keluarganya juga sempat membawaa pria 40 tahun tersebut berobat secara alternatif guna mengatasi gangguan jiwanya.

”Berdasarkan keterangan pihak keluarga, tersangka Suroso ini memang mengalami gangguan jiwa. Terhadap tersangka, nantinya bakal kami lakukan pemeriksaan guna mengetahui kondisi kejiwaannya,” kata Kanit Reskrim Polsek Donomulyo Ipda M. Arif Karnawan.

Jumat (30/8/2019) sekitar pukul 10.00 WIB, jenazah korban dibawa ke kamar mayat RSSA Kota Malang untuk dilakukan otopsi. Langkah tersebut diambil polisi guna melengkapi berkas perkara sekaligus mencari kepastian penyebab kematian Sujianto.

Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi

”Kasusnya masih dalam tahap penyidikan. Terhadap tersangka Suroso, sudah kami lakukan penahanan dan dimintai keterangan. Nantinya beberapa saksi dan pihak keluarga korban juga bakal kami panggil untuk dimintai keterangan,” ungkap Arif.