Program pelatihan mengelola keripik mangrove oleh dosen Unikama dalam program PKM. (Unikama for MalangTIMES)
Program pelatihan mengelola keripik mangrove oleh dosen Unikama dalam program PKM. (Unikama for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Mangrove menjadi salah satu tumbuhan yang sangat penting dalam menciptakan ekosistem yang layak untuk kehidupan organisme perairan dan daratan. Selain itu, mangrove menjadi salah satu tumbuhan yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi saat dikelola dengan baik.

Melihat potensi mangrove dengan nilai ekonomis yang tinggi itu, dosen Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) berinisiatif mengubah mangrove menjadi olahan keripik dengan nilai jual tinggi. Terutama mangrove jeruju yang daunnya memang dapat digunakan sebagai bahan baku keripik.

Mangrove jeruju sendiri merupakan tanaman vegetasi mangrove yang tumbuh secara alami di daerah pesisir.  Selain terkenal sebagai tanaman obat-obatan, jeruju juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan. 

Jeruju juga dapat difungsikan dalam pemulihan kualitas perairan yang tercemar. Selain itu, jeruju bisa menyerap dan menyaring kotoran limbah dan sebagai obat-obatan tradisional.

Dosen Unikama yang terdiri dari Riril Mardiana F., Roni Alim Ba’diya K., dan Yoyok Seby D. mampu meningkatkan nilai jual mangrove jeruju. Melalui kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) yang berlangsung di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, ketiganya berinovasi menjadikan mangrove sebagai keripik kekinian yang lezat.

"Kegiatan tersebut berlangsung mulai Juni-Oktober 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pesisir dalam meningkatkan produksi keripik mangrove," kata salah satu dosen, Roni Alim Ba’diya K.,  Jumat (30/8/2019).

Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas pengemasan, memperluas jaringan pemasaran, dan memperbaiki pengelolaan keuangan. Sedangkan metode yang ditawarkan dalam PKM ini berupa sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan produksi keripik mangrove. Selanjutnya peningkatan kualitas kemasan keripik mangrove dengan desain laber stiker dengan siller listrik serta memperluas jaringan pemasaran melaui media online dan pelatihan manajemen keuangan.

“Alhamdulillah, dari hasil PKM ini, mitra mampu meningkatkan jumlah produksi keripik mangrove dengan baik, membuat kemasan menggunakan siller listrik, memperluas jaringan pemasaran memalui media online, dan mengelola keuangan hasil usaha dengan baik,” tambah Roni.

Sementara itu, salah satu mitra, Sutrani, mengungkapkan, dengan adanya kegiatan PKM ini, dia sangat bersyukur dan berterima kasih. Adanya sosialisai, pelatihan, dan pendampingan samgat memberi dampak positif. Terlebih ada bantuan peralatan yang secara otomatis membuat jumlah produksi keripik mangrove meningkat.

"Kemasan menjadi lebih bagus, pemasaran semakin luas dan mendapatkan ilmu manajemen pengelolaan keuangan. Saya berharap, semoga usaha ini semakin lancar dan maju," ucapnya.