Produk-produk UMKM yang dipajang di Galeri Dinkop UKM Kota Malang di Jalan Panji Suroso. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Produk-produk UMKM yang dipajang di Galeri Dinkop UKM Kota Malang di Jalan Panji Suroso. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebanyak 200 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Malang Raya mengikuti kegiatan Business Development Services (BDS) yang digelar Kanwil Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Jawa Timur III. Program yang digelar institusi perpajakan negara itu diharapkan dapat turut meningkatkan pertumbuhan UMKM agar bisa berkembang dan berkontribusi terhadap penerimaan pajak.

Kepala Bidang Pelayanan Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat DJP Jatim III Eko Budihartono mengatakan bahwa pihaknya tak hanya berupaya meningkatkan kepatuhan pelaku UMKM membayar kewajiban perpajakan. Melainkan juga melakukan upaya meningkatkan potensi UMKM. "Ada 200 UMKM yang kami harapkan bisa naik kelas setelah mengikuti program BDS ini," ujarnya. 

Kegiatan tersebut, lanjut Eko, juga merupakan salah satu program Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk Inisiatif Strategis Menjangkau Ekonomi Informal Melalui Pendekatan End-to-End yang tercantum dalam  Rencana Strategis DJP Tahun 2015-2019. "Jadi DJP mencoba mengambil peran secara aktif untuk turut serta dalam mengembangkan usaha pelaku UMKM," sebutnya. 

Dengan pendekatan End-to-End, pembinaan dilakukan dari hulu ke hilir terhadap pelaku UMKM. "Pengembangan usaha ini dimulai sejak usaha mulai dirintis, mencari dan memperluas pangsa pasar, melakukan promosi produk, diversifikasi produk, sampai kepada ekspansi usaha jika diperlukan," kata Eko.

Menurut dia, dengan peran serta DJP ini, diharapkan dapat tumbuh kesadaran pajak dalam diri pelaku UMKM. "Saat usaha mereka berkembang baik dan mendapatkan keuntungan, diharapkan  tumbuh kesadaran pajak di kalangan pelaku UMKM," ujarnya. 
 

Itu karena tumbuhnya kesadaran pajak akan berdampak pada  peningkatan kepatuhan pajak sukarela. "Wajib pajak UMKM menyadari dengan sepenuh hati bahwa seiring dengan perkembangan usaha mereka, ada kewajiban pajak yang harus mereka penuhi," ungkapnya.
 

Ia menambahkan, upaya komunikasi dengan wajib pajak UMKM mutlak diperlukan. Melalui komunikasi tersebut, dapat diketahui permasalahan yang dialami wajib pajak untuk dapat ditemukan solusi terbaiknya. 
 

"Melalui komunikasi tersebut dapat juga diketahui pengetahuan dan keahlian apa yang perlu dipelajari wajib pajak UMKM, untuk mendapatkan nilai tambah dari usaha yang tengah mereka tekuni. Komunikasi dapat dilakukan melalui forum pertemuan berkala atau melalui grup diskusi daring," papar Eko.
 

Dalam pelaksanaannya, masih kata Eko, kegiatan yang dilaksanakan pun beraneka ragam. Mulai dari seminar, pelatihan, workshop, bazar, pameran, dan bentuk kegiatan lainnya yang bertujuan untuk memberikan nilai tambah dari pelaku UMKM dalam melakukan dan mengembangkan usaha mereka. 
 

"Forum khusus untuk wajib pajak UMKM dengan usaha sejenis dapat dilakukan untuk membuat diskusi menjadi lebih fokus dan terarah. Dengan forum tersebut, sesama pelaku UMKM dapat berbagi informasi, saling bekerjasama, dan juga mendiskusikan masalah yang terkait dengan pengembangan usaha mereka," pungkasnya.